back to top

Harga Emas Dunia Mendekati Puncak Satu Bulan, Berpotensi Terus Melaju ke USD 5.450

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak mendekati level tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan Jumat (27/2/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (1/3/2026) WIB. Kenaikan ini menempatkan logam mulia pada jalur penguatan selama tujuh bulan berturut-turut. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta penurunan imbal hasil obligasi AS menjadi motor utama penguatan harga.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,8% ke posisi USD 5.230,56 per ons troi. Level ini merupakan yang tertinggi sejak 30 Januari. Sepanjang Februari saja, harga emas telah menanjak sebesar 7,6%.

Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup menguat 1% pada posisi USD 5.247,90 per ons troi. Lonjakan harga ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik militer.

Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, memberikan analisanya terkait situasi pasar saat ini. Ia menyoroti tingginya kegelisahan pelaku pasar akibat kondisi global yang tidak menentu.

“Ada banyak kegugupan seputar geopolitik, Anda memiliki semua persiapan untuk probabilitas tinggi operasi militer selama akhir pekan, jadi ini adalah risk-off dalam pelarian ke tempat yang aman,” ujar Phillip Streible.

Ketegangan meningkat setelah pembicaraan nuklir antara AS dan Iran berakhir tanpa terobosan meski sempat ada kemajuan. Di saat yang sama, Kedutaan Besar AS di Yerusalem telah mengizinkan staf non-darurat dan keluarga mereka meninggalkan Israel karena risiko keselamatan.

Kondisi ini didukung oleh turunnya imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke level terendah dalam tiga bulan. Penurunan imbal hasil membuat emas lebih menarik karena biaya peluang memegang aset tanpa bunga ini menjadi lebih rendah.

Data ekonomi AS menunjukkan kenaikan harga produsen pada Januari yang lebih tinggi dari perkiraan. Hal tersebut memberi sinyal inflasi kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Saat ini, pasar memperkirakan peluang sebesar 42% untuk pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Juni mendatang.

Permintaan emas fisik juga terpantau kuat di Asia. Impor emas bersih China melalui Hong Kong pada Januari melonjak 68,7% dibandingkan Desember. Bank sentral China juga mengambil langkah untuk membatasi kenaikan yuan, yang secara tidak langsung mendorong lebih banyak pembelian dolar.

Phillip Streible memprediksi tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut jika kondisi geopolitik tidak mereda. Ia telah menetapkan target harga baru untuk kenaikan berikutnya.

“Target kenaikan emas kemungkinan berikutnya adalah USD 5.450, dengan dukungan utama di dekat USD 5.120,” tambah Streible.

Tren penguatan juga diikuti oleh logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 4,8% ke posisi USD 92,60 per ons troi dan berada di jalur kenaikan bulanan sebesar 9,7%.

Logam lainnya juga mencatatkan performa positif. Harga platinum spot naik 3,4% menjadi USD 2.350,34 per ons troi. Sementara itu, harga paladium turun tipis 0,5% ke level USD 1.775,31 per ons troi, meski keduanya tetap berada di jalur penguatan bulanan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Harga Minyak Langsung Melonjak

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia meroket lebih...

Dunia Ketar-ketir, Harga Minyak Terancam Tembus USD100 Usai Serangan Militer ke Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO)– Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel...

Menanti Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran, Harga Emas Dunia Bergerak Stabil

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru