back to top

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Pilarmas Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ ADMR hingga HRTA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot lebih dari 4%. IHSG pada perdagangan saham Rabu (04/3/2026) ditutup di level 7.577,064. Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 362,702 poin atau rontok 4,57% dari penutupan Selasa (03/3/2026) di level 7.939,767.

Sektor basic materials menjadi penekan utama indeks. Sektor ini turun paling dalam hingga 7,42%. Pelemahan ini sejalan dengan jatuhnya bursa regional. Nikkei turun 3,61%, Hang Seng minus 2,01%, dan Kospi anjlok 12,06%. Penurunan Kospi bahkan tercatat sebagai yang terbesar dalam dua hari sejak 2008.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, mengamati pergerakan pasar saat ini. Aksi jual oleh investor justru semakin deras terjadi. Jaminan dari Presiden AS Donald Trump belum mampu mengurangi kekhawatiran pelaku pasar.

Harga minyak WTI dan Brent juga terus mengalami kenaikan. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut semakin memperkecil probabilitas penurunan tingkat suku bunga The Fed.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent memberi pernyataan terbaru. Trump berencana menaikkan tarif umum dari 10% menjadi 15% pada pekan ini.

“Lagi-lagi, komentar seperti ini bagaikan penghancur harapan bagi pelaku pasar dan investor yang mengharapkan pasar secepatnya dapat pulih,” ujarnya.

Sentimen negatif juga datang dari dalam negeri. Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Kendati demikian, Fitch tetap mempertahankan rating di level BBB atau investment grade.

Langkah ini mencerminkan meningkatnya risiko terhadap prospek fiskal dan kebijakan ekonomi ke depan. Fitch menyoroti kebutuhan pembiayaan besar untuk berbagai program prioritas pemerintah. Program tersebut termasuk program Makan Bergizi Gratis. Jika tidak diimbangi peningkatan penerimaan negara, tekanan posisi fiskal berpotensi meningkat.

“Kami menilai jika disiplin fiskal melemah atau rasio utang meningkat lebih cepat dari perkiraan, risiko penurunan peringkat dapat terbuka,” jelasnya.

Pasar juga menyoroti rilis laporan keuangan sejumlah emiten besar. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatat pendapatan Rp29,89 triliun sepanjang 2025. Angka ini turun 5,87% dari tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan konstruksi sebesar 22,59% turut menekan laba. Laba bersih JSMR tercatat turun 19,26% menjadi Rp3,65 triliun.

Sebaliknya, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) sukses membukukan kinerja positif. Pendapatan BWPT naik 33,9% menjadi Rp5,76 triliun pada 2025. Hal ini mendorong laba bersih melonjak 39,01% menjadi Rp361,72 miliar. Penjualan minyak kelapa sawit menjadi penyumbang terbesar mencapai Rp5,04 triliun.

Di tengah volatilitas tinggi ini, Pilarmas Investindo Sekuritas melihat adanya peluang. IHSG diprediksi akan bergerak pada rentang level support 7.460 dan resistance 7.860. Maximilianus memberikan penjelasan mengenai potensi teknikal pasar.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 7.460-7.860,” paparnya.

Melihat kondisi tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dikoleksi. Berikut adalah daftar saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini:

1.ADMR – BUY
Last Price: Rp 2.010
Support: Rp 1.970
Resistance: Rp 2.180
Target: Rp 2.160

2.TINS – BUY
Last Price: Rp 3.890
Support: Rp 3.790
Resistance: Rp 4.190
Target: Rp 4.150

3.HRTA – BUY
Last Price: Rp 3.000
Support: Rp 2.770
Resistance: Rp 3.200
Target: Rp 3.170

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rencana Strategis, MNC Asia Holding Lepas 200 Juta Saham IATA di Harga Rp80

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - MNC Asia Holding  Tbk (BHIT)  melepas kepemilikan saham dalam...

BUVA Borong Saham CGU, Porsi Kepemilikan Melonjak Jadi 99%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk...

TRIN Lepas 22,06 Juta Saham Hasil Buyback di Harga Rp400

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru