back to top

Bakrie & Brothers (BNBR) Gelar Rights Issue 86,7 Miliar Saham, Siap-siap Dilusi 33,33%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau right issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 86,70 miliar saham biasa Seri E. Nilai nominal saham baru tersebut dipatok Rp12 per lembar.

Dalam aksi korporasi ini, BNBR menetapkan rasio pembagian hak sebesar 2:1. Artinya, setiap pemegang dua saham lama berhak memperoleh satu HMETD. Satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru.

Langkah ini berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham lama. Jika tidak menebus haknya, porsi kepemilikan bisa terdilusi hingga maksimal 33,33%.

Manajemen BNBR juga menyiapkan pembeli siaga untuk memastikan seluruh saham baru terserap pasar.

“Dalam PMHMETD V ini terdapat pembeli siaga yang akan mengambil bagian sisa saham yang tidak diambil bagian oleh para pemegang saham dengan kesanggupan hingga sebanyak-banyaknya 86.708.416.254 saham,” jelas manajemen BNBR dalam prospektus resmi, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Dana hasil right issue ini sebagian besar akan digunakan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan.

Porsi terbesar sekitar Rp4,36 triliun akan disalurkan sebagai pinjaman kepada anak usaha, yakni PT Bakrie Toll Indonesia (BTI). Dana tersebut akan dipakai untuk melunasi kewajiban BTI kepada Hartman International Pte. Ltd. dan PT Bank Nationalnobu Tbk.

Selain itu, BNBR juga menyiapkan dana Rp1,09 triliun untuk melunasi seluruh pinjaman kepada PT Bank Mayapada International Tbk.

Sebagian dana juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur. Sekitar Rp300 miliar akan disalurkan sebagai pinjaman kepada PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan rest area di Jalan Tol Cimanggis–Cibitung.

Sisa dana right issue akan digunakan sebagai modal kerja perseroan dan sejumlah anak usaha.

Manajemen BNBR menegaskan komitmen transparansi jika terjadi perubahan rencana penggunaan dana.

“Apabila Perseroan bermaksud untuk mengubah rencana penggunaan dana hasil PMHMETD V ini maka rencana tersebut harus dilaporkan terlebih dahulu kepada OJK,” tegas manajemen.

Rencana aksi korporasi ini sudah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 27 Februari 2026.

Jadwal right issue juga sudah ditetapkan. Tanggal cum right di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 20 Mei 2026.

Sementara itu, recording date ditetapkan pada 22 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. HMETD akan mulai diperdagangkan pada 26 Mei hingga 4 Juni 2026.

Dari sisi kinerja, BNBR mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Total aset perseroan naik 245,09% menjadi Rp23,56 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih perusahaan juga meningkat 49,60% menjadi Rp502,74 miliar. Kinerja ini mencerminkan perbaikan bisnis sekaligus menjadi modal bagi BNBR menjalankan ekspansi dan restrukturisasi keuangan ke depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Catat 7 Perusahaan dalam Pipeline IPO, Sektor Keuangan Paling Dominan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak...

Danantara Kuasai 90% Saham WIKA, Free Float Tinggal 8,96%

STOCKWTCH.ID (JAKARTA) – Struktur kepemilikan saham PT Wijaya Karya...

Tiga Obligasi Baru Melantai Bareng di BEI, Total Emisi 2026 Tembus Rp40,51 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru