back to top

Data Tenaga Kerja AS Mengecewakan, Harga Emas Dunia Kembali Bersinar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan Jumat (6/3/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (7/3/2026) WIB. Kenaikan harga terjadi menyusul rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang melemah. Harapan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS atau The Fed kembali muncul ke permukaan.

Mengutip CNBC International, harga emas spot melonjak 1,4% ke posisi USD 5.149,14 per ons troi. Namun, emas masih mencatat penurunan 2,4% sepanjang minggu ini. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April ditutup menguat 1,6% menjadi USD 5.158,70 per ons troi.

Pelemahan nilai tukar selama beberapa hari sebelumnya sempat memutus tren positif emas. Logam mulia ini bersiap mencatat penurunan mingguan pertama dalam lima minggu terakhir. Penguatan dolar AS terus membatasi laju kenaikan emas lebih lanjut.

Data terbaru menunjukkan penurunan tajam jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian atau nonfarm payrolls. Angkanya menyusut sebanyak 92.000 pekerjaan pada bulan lalu. Realisasi ini berbanding terbalik dengan ekspektasi para ekonom untuk penambahan 59.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran juga ikut naik menjadi 4,4%.

Tai Wong, seorang pedagang logam independen, menyoroti memburuknya data tenaga kerja tersebut.

“Laporan penggajian yang sangat lemah yang melihat hilangnya pekerjaan sektor swasta yang besar bersama dengan upah yang lebih tinggi membisikkan stagflasi; mari kita lihat apakah ini cukup untuk membantu emas pulih dari minggu yang mengecewakan,” kata Tai Wong.

Dari sisi geopolitik, eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat tajam. Israel membombardir Beirut pasca perintah evakuasi wilayah pinggiran selatan ibu kota Lebanon. Serangan ini merupakan perluasan perang melawan Iran yang dimulai seminggu lalu bersama AS.

Konflik ini memicu pergeseran minat investor menuju aset yang lebih aman. Indeks dolar AS bersiap mencatat kenaikan mingguan terkuatnya dalam lebih dari setahun. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri. Harga emas sempat tertekan meski berstatus pelindung nilai dari risiko.

Hugo Pascal, pedagang logam mulia di InProved, menjelaskan fenomena teknis di balik penurunan mingguan ini.

“Anda memiliki penjual algoritmik yang dikalibrasi untuk secara otomatis menjual ketika dolar menguat, bagian dari kinerja yang kurang baik pada logam mulia minggu ini,” ujar Hugo Pascal.

Para pembuat kebijakan The Fed dijadwalkan bertemu pada 18 Maret mendatang. Pasar memproyeksi kuat mereka akan menahan suku bunga tetap stabil. Berdasarkan alat CME FedWatch, pemangkasan suku bunga pertama diperkirakan baru terjadi pada bulan Juli.

Emas sering dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang. Aset ini biasanya berkinerja sangat baik di lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil. Harga emas sudah tercatat naik lebih dari 18% sepanjang tahun ini.

Ketegangan dengan Iran juga melambungkan harga minyak mentah ke level tertinggi baru. Komoditas energi ini menuju kenaikan mingguan tertajam sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Lonjakan harga energi ini memicu kembali kekhawatiran pasar soal inflasi global.

Pergerakan logam mulia lainnya tampak bervariasi pada akhir pekan. Harga perak spot naik 2,6% menjadi USD 84,30 per ons troi. Harga platinum spot menguat 0,5% di level USD 2.131,50 per ons troi. Sementara itu, paladium susut 1,1% menjadi USD 1.646,84 per ons troi. Semua logam industri ini berada di jalur kerugian mingguan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perang Iran Memanas, Kok Harga Emas Malah Ambles? Ini Penyebabnya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami penurunan lebih...

Selat Hormuz Terkunci, Harga Minyak Dunia Meroket Hingga Tembus USD 100

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak tajam lebih...

Laporan Perdana Bursa Kripto CFX: Transaksi Spot Februari Capai Rp24,33 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dinamika perdagangan aset kripto di...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru