back to top

Strategi Telkom 3.0: Pangkas 42 Anak Usaha dan Incar Posisi Operator Kelas Dunia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah memacu transformasi besar melalui agenda Telkom 3.0. Langkah strategis ini bertujuan membawa perusahaan menjadi operator kelas dunia dengan fundamental bisnis yang lebih solid.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjelaskan transformasi ini mencakup penataan portofolio bisnis secara menyeluruh. Telkom 3.0 juga menjadi manifestasi misi Presiden Prabowo Subianto melalui Danantara sebagai pemegang saham mayoritas.

“Telkom 3.0 agenda transformasi menyeluruh. Di dalamnya meliputi penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola, serta pembentukan strategic holding,” ujar Dian dalam acara Media Brief di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Salah satu poin krusial dalam transformasi ini adalah program streamlining atau perampingan anak usaha. Saat ini, Telkom Group mengelola 62 anak perusahaan. Ke depan, jumlah ini akan diciutkan secara signifikan menjadi maksimal 20 perusahaan saja.

Perampingan ini bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan. Fokus utamanya adalah kedisiplinan investasi, manajemen modal, dan efisiensi modal. Hal ini dianggap penting untuk menghadapi ketidakpastian global serta mengejar kemandirian infrastruktur digital.

Struktur baru Telkom nantinya akan bertumpu pada empat pilar bisnis utama (OpCo). Pertama, pilar B2C Business yang dijalankan oleh Telkomsel untuk layanan seluler dan fixed broadband. Kedua, pilar B2B Infrastructure yang mencakup bisnis menara, fiber optik, pusat data, satelit, dan jasa keteknikan (ServCo).

Pilar ketiga adalah B2B International melalui Telin yang fokus pada konektivitas internasional. Pilar terakhir adalah B2B ICT yang menyediakan jasa integrasi sistem dan layanan IT.

Dalam progresnya, Telkom telah melakukan pemisahan (spin-off) aset wholesale fiber ke entitas baru bernama InfraNexia pada akhir tahun lalu. InfraNexia diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan. Sisa pemindahan aset dijadwalkan rampung pada pertengahan tahun ini.

Selain itu, Telkom mulai melepas bisnis non-inti. Anak usaha TelkomMetra telah menandatangani kesepakatan divestasi penuh atas AdMedika dan TelkoMedika. Kedua perusahaan di bidang kesehatan ini dilepas kepada mitra strategis karena bukan merupakan bisnis inti Telkom.

“Keputusan melepas AdMedika dan TelkoMedika diambil setelah kami mendapatkan nilai positif. Ini bukan bisnis inti Telkom Group,” ucap Dian menegaskan alasan divestasi tersebut.

Sektor pusat data dan menara juga tak luput dari aksi korporasi. Telkom sedang memulai proses untuk membuka nilai (unlocking value) pada kedua lini bisnis tersebut agar bisa berkembang lebih pesat. Untuk pilar B2B ICT, satgas khusus telah dibentuk dan entitas barunya ditargetkan berdiri akhir tahun ini.

Dian menambahkan, Telkom saat ini sedang menjalankan arahan Danantara terkait Total Governance Reset. Langkah ini meliputi normalisasi aset, peningkatan transparansi, dan penyelarasan laporan keuangan sesuai standar akuntansi terkini.

Perusahaan akan mengevaluasi kembali usia ekonomi aset dan meningkatkan transparansi pada akun pendapatan serta piutang. Hal ini dilakukan guna memastikan laporan keuangan disajikan secara akurat dan wajar.

Transformasi Telkom 3.0 diharapkan mampu memberikan kontribusi dividen yang lebih besar kepada negara. Selain itu, langkah ini diharapkan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham melalui peningkatan valuasi perusahaan.

“Ujung-ujungnya membuat tata kelola perusahaan lebih baik, fundamental bisnis semakin solid, sehingga kita bisa naik kelas sebagai world class provider,” kata Dian menutup ulasannya.

Berdasarkan peta jalan perusahaan, tahun 2026 akan menjadi periode krusial. Telkom menargetkan penyelesaian desain struktur HoldCo-OpCo, penerapan kebijakan SDM berbasis prestasi, hingga eksekusi final perampingan anak usaha. Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi Telkom sebagai tulang punggung digital Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Prospek Stabil, Pefindo Tegaskan Peringkat Eagle High Plantations (BWPT), Obligasi dan Sukuk

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pefindo menegaskan peringkat idA- untuk PT...

Pefindo Pertegas Peringkat BVIC dan Obligasi, Prospek Stabil

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pefindo menegaskan peringkat idA- untuk PT...

Pefindo Pertegas Peringkat Obligasi dan Sukuk Wakalah Petrindo

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pefindo menegaskan peringkat idA kepada PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru