STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan laba bersih sebesar Rp652,58 miliar (Rp139 per saham) pada 2025, tumbuh 12,65% jika dibandingkan Rp579,28 miliar (Rp123 per saham) pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba tersebut, menurut Laporan Keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Jumat 13 Maret 2026, didukung antara lain oleh penjualan yang naik 7,84% menjadi Rp5,93 triliun pada 2025, dari Rp5,50 triliun pada 2024.
Mayoritas penjualan DRMA tahun 2025 berasal dari pasar domestik yakni sebesar Rp5,91 triliun, atau sekitar 99,59% dari total penjualan Perseroan tahun lalu.
Beban pokok penjualan DRMA juga naik lebih tinggi dari penjualan yakni sebesar 8,09%, dari Rp4,50 triliun pada 2024,, menjadi Rp4,86 triliun tahun 2025. Namun laba kotor Perseroan tumbuh 6,72% menjadi Rp1,07 triliun pada 2025 dibanding Rpq triliun pada 2024.
Pada saat yang sama, beban umum dan administrasi naik 10,88% jadi Rp304,31 miliar, dari Rp274,45 miliar pada 2025. Beban penjualan dan pemasaran turun 4,24% jadi Rp75,98 miliar, dari Rp79,35 miliar. Bagian laba bersih atas entitas asosiasi sebesar Rp46,38 miliar. Pendapatan operasi lain-lain meningkat 47,32% menjadi Rp111,09 miliar pada 2025, dari Rp75,40 miliar tahun 2024.
Laba usaha emiten manufaktur komponen otomotif terintegrasi itu tumbuh 8,7% menjadi Rp843,55 miliar pada 2025, dibanding Rp768,96 miliar pada tahun 2024.
Total aset DRMA per Desember 2025 sebesar Rp4,28 triliun, naik 11,59% dari Rp13,84 triliun per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas DRMA dalam periode sama , masing-masing sebesar Rp1,35 triliun dan Rp2,93 triliun. (konrad)
