STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengumumkan bahwa Perseroan berhasil mencatat kinerja keuangan solid. Pendapatan dan laba bersih Perseroan berhasil tumbuh positif sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini terutama didorong oleh tingginya permintaan pasar serta stabilitas harga nikel global.
Secara operasional, Perseroan membukukan kinerja yang baik pada 2025. DKFT mencatat produksi bijih nikel relatif stabil di angka 2,92 juta ton, turun tipis dari 2,95 juta ton pada 2024. Sementara volume penjualan nikel mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 16,60%, mencapai 3,03 juta ton pada 2025.
Dari sisi kinerja keuangan, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,58 triliun di tahun 2025, meningkat 7,87% dibandingkan Rp1,46 triliun periode yang sama 2024. Dari pendapatan tersebut, DKFT mencatatkan laba bersih sebesar Rp574,39 miliar pada 2025, melonjak 38,44% dari Rp414,9 miliar pada 2024.
Perseroan mencatat EBITDA mencapai Rp769,61 miliar pada 2025, meningkat 37,07% dari Rp561,48 miliar pada 2024. Peningkatan EBITDA ini didorong oleh efisiensi operasional dan profitabilitas inti Perseroan yang sangat kuat.
Ditinjau dari sisi neraca keuangan, total aset Perseroan per 31 Desember 2025 meningkat 21,58% menjadi Rp 3,09 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 2,54 triliun.
Adapun total ekuitas DKFT melonjak 44,60% menjadi Rp1,23 triliun dibandingkan dengan tahun 2024 Rp847,32 miliar.Sedangkan jumlah liabilitas Perseroan juga naik 9,85% menjadi Rp1,86 triliun pada 2025, dari Rp1,69 triliun tahun 2024.
Direktur DKFT Feni Silviani Budiman, dalam siaran pers, Senin 16 Maret 2026 mengatakan, pencapaian ini adalah hasil sinergi antara penetrasi pasar yang agresif dan efisiensi operasional yang ketat.
“Strategi tersebut terbukti efektif dalam mengoptimalkan profitabilitas serta memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga momentum pertumbuhan ini di masa depan,” ujarnya. (konrad)
