STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) membukukan kinerja keuangan yang sangat positif sepanjang tahun buku 2025. Emiten jasa keuangan milik Grup MNC ini mencetak laba bersih Rp277,93 miliar. Angka tersebut melesat tajam 130,1% jika dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp120,8 miliar.
Berdasarkan laporan kinerja yang dirilis Kamis, 26 Maret 2026, kenaikan laba bersih ini mendorong laba per saham Perseroan tumbuh signifikan. Laba per saham BCAP naik menjadi Rp6,08 pada 2025 dari sebelumnya Rp2,04 pada 2024.
Pendapatan konsolidasi BCAP terus menunjukkan pertumbuhan konsisten. Perseroan mengantongi pendapatan Rp3,8 triliun pada 2025. Nilai ini naik 16,2% secara year-on-year (yoy) dari Rp3,2 triliun pada periode tahun sebelumnya.
Sumber pendapatan utama BCAP berasal dari bunga dan dividen senilai Rp2,11 triliun. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 56,1%. Pendapatan jasa asuransi menyumbang 21,4% atau sebesar Rp806,3 miliar, tumbuh 15,0% yoy.
Lini bisnis digital juga mencatatkan pertumbuhan kuat sebesar 28,8% menjadi Rp393,5 miliar. Sementara itu, pendapatan pasar modal tumbuh pesat 69,1% menjadi Rp355,8 miliar. Kontribusi lainnya berasal dari pembiayaan syariah Rp41,4 miliar serta pendapatan operasional lainnya Rp55,1 miliar.
“Seluruh pertumbuhan menjadi sinyal kuat fase digital take-off BCAP untuk menjadi yang terdepan dalam ekosistem layanan keuangan digital terintegrasi di Indonesia,” tulis manajemen Perseroan dalam rilis resminya, Kamis (26/3/2026).
Dilihat dari sisi entitas anak, PT MNC Bank Internasional Tbk (BABP) menjadi kontributor pendapatan terbesar yakni 45,1%. MNC Bank membukukan kenaikan pendapatan bunga 8,9% yoy menjadi Rp1,5 triliun. Laba bersih bank ini mencapai Rp81,8 miliar atau tumbuh 9,3% yoy.
Kualitas aset MNC Bank terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik ke level 3,0%. NPL net berada di angka 2,1%. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) MNC Bank tercatat sangat kuat di level 24,7%.
Sektor asuransi secara akumulasi menyumbang 32,0% terhadap total pendapatan BCAP. MNC Life berhasil menaikkan laba bersih lebih dari dua kali lipat. Kinerja positif juga diikuti oleh MNC Sekuritas yang kini memiliki 250 ribu nasabah. MNC Asset Management juga mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan (AUM) sebesar 47,3% sepanjang 2025.
Pertumbuhan laba bersih yang sangat tinggi ini didukung oleh kenaikan laba sebelum pajak. BCAP mencatat laba sebelum pajak Rp309,4 miliar pada 2025, melonjak 94,6% dari Rp159,0 miliar tahun 2024. Keberhasilan efisiensi di berbagai lini dan penguatan ekosistem digital terintegrasi menjadi faktor kunci pertumbuhan ini.
Hingga 31 Desember 2025, BCAP memiliki total aset sebesar Rp29,0 triliun. Posisi ini sedikit menurun 1,2% jika dibandingkan aset tahun 2024 sebesar Rp29,3 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh dampak penerapan PSAK 117.
Total liabilitas Perseroan tercatat naik 5,9% menjadi Rp23,6 triliun dari posisi sebelumnya Rp22,3 triliun. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp5,4 triliun pada akhir tahun 2025.
Manajemen menegaskan keberhasilan BCAP masuk ke dalam FTSE Global Equity Index (Micro-Cap) pada September 2025 menjadi capaian penting. Hal ini mencerminkan peningkatan kepercayaan investor global terhadap fundamental usaha dan tata kelola Perseroan.
