Laba Indofood (INDF) Melejit 24% Jadi Rp10,68 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,68 triliun pada 2025. Angka ini melonjak 24% jika dibandingkan Rp8,64 triliun pada tahun 2024.

Menurut laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan Senin, 30 Maret 2026, kenaikan laba bersih ini sejalan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi. Sepanjang 2025, penjualan INDF mencapai Rp123,49 triliun. Capaian tersebut tumbuh 7% dari Rp115,79 triliun pada tahun sebelumnya.

Penjualan emiten Grup Salim ini didominasi oleh pihak ketiga dengan nilai Rp113,11 triliun. Sementara itu, penjualan kepada pihak berelasi menyumbang sebesar Rp10,38 triliun.

Laba usaha INDF turut terkerek 6% menjadi Rp24,57 triliun dari Rp23,09 triliun. Marjin laba usaha Perseroan tetap stabil di kisaran 19,9%. Adapun core profit yang mencerminkan kinerja operasional naik 1% menjadi Rp11,39 triliun dari Rp11,34 triliun.

Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood mengatakan: “Di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Indofood tetap berada pada posisi yang baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal.”

Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan INDF juga meningkat menjadi Rp82,30 triliun pada 2025. Tahun sebelumnya, beban ini tercatat Rp75,65 triliun. Beban penjualan dan distribusi juga naik tipis menjadi Rp12,59 triliun dari Rp12,26 triliun.

Manajemen juga mencatat kenaikan beban umum dan administrasi menjadi Rp5,24 triliun dari Rp5,05 triliun pada 2024. Namun, Perseroan berhasil menekan beban keuangan menjadi Rp5,97 triliun dari sebelumnya Rp6,19 triliun.

Dari sisi neraca keuangan, Indofood memiliki total aset sebesar Rp217,98 triliun per 31 Desember 2025. Angka ini tumbuh 8,07% dari posisi Rp201,71 triliun pada akhir Desember 2024.

Kekuatan neraca juga tercermin dari posisi ekuitas yang mencapai Rp120,24 triliun, naik dari Rp108,99 triliun pada 2024. Sementara itu, total liabilitas Perseroan per Desember 2025 tercatat sebesar Rp97,75 triliun.

“Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” tutup Anthoni Salim.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Melesat 1.743% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk...

Laba Bersih ICBP Melejit 30% jadi Rp9,22 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk...

Tempo Scan Pacific (TSPC) Bukukan Laba Rp1,41 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Emiten produsen farmasi, PT Tempo Scan Pacific...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru