Trump dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak WTI Terjun Bebas 19%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) terjun bebas pada perdagangan Selasa (7/4/2026) malam waktu setempat. Penurunan drastis ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyetujui penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu.

Mengutip CNBC International, kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei anjlok hampir 19% ke level 91,64 USD per barel. Harga tersebut tercatat pada pukul 19.26 waktu setempat.

Trump menyebut gencatan senjata selama dua minggu ini bergantung pada kesepakatan pihak Iran. Teheran diminta membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman. AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai landasan negosiasi yang dapat dikerjakan.

“Hampir semua dari berbagai poin pertikaian masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut untuk difinalisasi dan disempurnakan,” ujar Trump dalam unggahan di media sosial.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, memberikan tanggapannya. Ia menyatakan Teheran akan mengizinkan perlintasan aman melalui Selat Hormuz selama dua minggu. Langkah ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang Kuat akan menghentikan operasi defensif mereka,” kata Araghchi.

Gencatan senjata ini muncul kurang dari dua jam sebelum batas waktu pukul 20.00 yang ditetapkan Trump. Sebelumnya, Trump mengancam akan mengebom setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran. Ancaman tersebut berlaku jika para pemimpin Iran tidak memenuhi tenggat waktu tersebut.

Retorika Trump sempat berubah menjadi sangat menakutkan pada Selasa pagi. Ia mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban Iran.

“Seluruh peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah bisa kembali lagi. Saya tidak ingin hal itu terjadi, tetapi kemungkinan besar akan terjadi,” tulis Trump pada Selasa pagi.

Presiden AS ini akhirnya menyetujui gencatan senjata setelah berdiskusi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Sharif meminta Trump menunda batas waktu untuk membiarkan negosiasi berlanjut. Ia juga meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz selama periode tersebut sebagai bentuk itikad baik.

Ekspor minyak melalui Selat Hormuz sempat anjlok akibat serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial. Kondisi ini memicu gangguan pasokan minyak mentah terbesar dalam sejarah.

Sekitar 20% pasokan minyak global melewati Selat Hormuz sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Jalur laut sempit ini menghubungkan para produsen di Teluk Persia dengan pasar global.

Harga minyak mentah, bahan bakar jet, diesel, hingga bensin melonjak selama perang berlangsung. Para CEO minyak dan analis memperingatkan kelangkaan bahan bakar akan berdampak ke seluruh dunia jika Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya.

Meskipun harga di pasar berjangka turun, pasar minyak dinilai masih sangat ketat. Francisco Blanch dari Bank of America menyebut kondisi fundamental pasar tetap perlu diwaspadai. Di sisi lain, harga rata-rata diesel diprediksi mencapai rekor baru dalam 72 jam ke depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Bergerak Stagnan

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak mendatar pada...

Menanti Deadline Perang AS-Iran, Harga Emas Dunia Terkoreksi Tipis

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak melemah pada...

Trump Ancam Bom Infrastruktur Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tipis...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru