STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Alex Budiarjo, Komisaris PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) menjual seluruh sahamnya yakni sebanyak 52.060.000 lembar (1,58%) dalam perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia pada 8 April 2026. Harga per lembar saham EPAC sebesar Rp60 dengan nilai Rp3,12 miliar.
Seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 10 April 2026, tujuan Alex Budiarjo menjual saham EPAC adalah bagian dari strategi portofolio investasi di saham tersebut. Setelah penjualan tersebut, Alex Budiarjo tidak lagi memiliki saham EPAC
Hingga pukul 14.452 WIB perdagangan sesi II di Bursa Efek Indonesia, Jumat 10 April 2026, saham EPAC tercatat di Rp55 per unit, turun 4,51% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp57. Selama perdagangan sepekan, harga saham AKPI naik 27,9%, dari posisi Rp46 per saham menjadi Rp57 per saham.
Dari sisi keuangan, kinerja EPAC masih belum pulih. Hingga akhir tahun 2025, EPAC masih menderita rugi bersih Rp3,3 miliar, turun signifikan dibanding rugi Rp17,8 miliar pada tahun 2024. Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp165,2 miliar pada 2025, naik 15,4% dari periode sama tahun 2024.
Seperti diketahui, PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) merupakan perusahaan penyedia multiplatform untuk kebutuhan kemasan fleksibel. Ini bagian dari jaringan global dengan perusahaan induk Singapura bernama ePac flexibles Asia Pte. Ltd. EPAC menawarkan layanan film, roto dan digital printing, laminasi, pembuatan kantong, dan roll-stock yang disesuaikan. (konrad)
