Tangkap Peluang Proyek IKN, TRJA Siapkan Rp108,9 Miliar Ekspansi Angkutan Penumpang

STOCKWATCH.ID (BALIKPAPAN) – PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) berencana menambah tiga bidang usaha baru untuk memperkuat lini bisnis jasa transportasi. Langkah ini diambil guna merespons lonjakan permintaan angkutan karyawan di sektor pertambangan serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Manajemen TRJA mengincar tiga kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Ketiganya meliputi angkutan darat lainnya untuk penumpang (49429), angkutan bus tidak dalam trayek lainnya (49229), dan angkutan sewa (49422).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan pada 13 April 2026, rencana ini merupakan bagian dari strategi transformasi menjadi penyedia solusi mobilitas korporat terpadu. Perseroan melihat potensi pasar yang besar di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, hingga Sulawesi.

Untuk mendukung ekspansi ini, TRJA menyiapkan investasi sekitar Rp108,9 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan 665 unit kendaraan baru selama periode lima tahun ke depan. Selain armada, perusahaan juga akan menambah 508 tenaga operator atau pengemudi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ihot, Dollar & Raymond (ID&R) telah melakukan studi kelayakan atas rencana tersebut. Hasil penilaian menunjukkan proyek ini layak untuk dilaksanakan.

Nilai Net Present Value (NPV) dari rencana penambahan usaha ini mencapai Rp95,67 miliar dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 26,5%. Angka ini lebih tinggi dari biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital/WACC). Sementara itu, Profitability Index (PI) tercatat sebesar 3,16 dengan periode pengembalian modal atau payback period selama 2,67 tahun.

Penambahan lini usaha ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Pada 2030, total pendapatan TRJA diperkirakan mencapai Rp655,8 miliar dengan laba neto sebesar Rp120,6 miliar.

“Penambahan tiga Kode KBLI baru bertujuan menyelaraskan dasar hukum usaha dengan aktivitas nyata di lapangan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan TRJA, R. Alexander J. Syauta, dikutip Selasa (14/4/2026).

Rencana besar ini memerlukan persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 20 Mei 2026. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta.

Melalui penambahan kegiatan usaha ini, Presiden Direktur TRJA, Kim Joonseok, bersama jajaran direksi lainnya optimistis dapat meningkatkan nilai perusahaan di mata investor. Langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat portofolio layanan transportasi massal untuk memenangkan tender-tender besar di masa depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Matahari Department  Store (LPPF) Tebar Dividen Rp250 per Saham, Catat Tanggalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Matahari Department Store  Tbk (LPPF) akan membagikan...

Jadi Pengendali Baru, Penajam Makmur Jaya Siap Tender Wajib Saham BIKE

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE)...

Hentikan Buyback , Alamtri (ADRO) Minta Restu RUPS untuk Lanjut Program Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajamen  PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan,...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru