STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Golden Flower Tbk (POLU) mencatatkan kinerja keuangan yang menantang pada tahun buku 2025. Meski pendapatan mengalami pertumbuhan, perusahaan justru menderita pembengkakan rugi bersih yang signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Senin, 20 April 2026, POLU menderita rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp13,11 miliar. Angka ini melonjak tajam 893% jika dibandingkan rugi bersih tahun 2024 sebesar Rp1,32 miliar.
Kenaikan rugi bersih terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, POLU membukukan total pendapatan sebesar Rp156,48 miliar. Capaian ini tumbuh 15,47% dari Rp135,52 miliar pada tahun sebelumnya.
Pasar ekspor menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai mencapai Rp99,92 miliar. Sementara itu, penjualan di pasar domestik menyumbang Rp56,56 miliar. Berdasarkan kategori produk, penjualan blus wanita mendominasi pendapatan dengan nilai Rp103,95 miliar, disusul kemeja pria sebesar Rp52,37 miliar.
Melonjaknya rugi bersih POLU dipicu oleh kenaikan berbagai pos beban operasional. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp136,13 miliar pada 2025 dari sebelumnya Rp125,17 miliar. Hal ini membuat laba kotor perusahaan tercatat sebesar Rp20,35 miliar.
Tekanan terbesar berasal dari beban umum dan administrasi yang membengkak signifikan. Pos biaya ini meroket menjadi Rp34,17 miliar dari Rp13,84 miliar pada 2024. Selain itu, beban penjualan juga meningkat menjadi Rp3,16 miliar. Perusahaan pun mencatatkan rugi usaha sebesar Rp16,98 miliar.
Dari sisi beban keuangan, POLU mencatatkan biaya bunga pinjaman bank sebesar Rp1,95 miliar. Adapun manfaat pajak tangguhan tercatat sebesar Rp3,66 miliar, namun belum mampu menutupi total kerugian perusahaan.
Melihat kekuatan neraca, total aset POLU per Desember 2025 mencapai Rp241,27 miliar. Angka ini meningkat 17,88% dibandingkan total aset per Desember 2024 sebesar Rp204,68 miliar. Peningkatan aset didorong oleh penambahan properti investasi yang menjadi Rp80,21 miliar dari sebelumnya Rp61,69 miliar.
Namun, total liabilitas perusahaan juga melonjak signifikan menjadi Rp129,59 miliar dari Rp79,17 miliar pada tahun lalu. Sementara itu, total ekuitas POLU mengalami penurunan menjadi Rp111,68 miliar per Desember 2025 dari posisi Rp125,52 miliar pada akhir 2024.
