STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengantongi restu pemegang saham untuk melaksanakan sejumlah aksi korporasi besar. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta pada Kamis, 16 April 2026.
Agenda utama RUPSLB menyepakati rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,39 miliar saham baru. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp50.
Berdasarkan resume rapat dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham memberikan suara setuju sebesar 89,77% untuk agenda rights issue tersebut. Dana hasil aksi korporasi ini bakal digunakan untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan.
“Dana akan dipergunakan untuk memperkokoh struktur permodalan Perseroan yaitu seluruhnya akan digunakan untuk membiayai kegiatan investasi,” tulis resume keputusan rapat tersebut.
Selain rights issue, emiten berkode saham TOBA ini juga mendapat lampu hijau untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Rencana ini mengacu pada POJK Nomor 29 Tahun 2023. Sebanyak 89,79% suara yang hadir menyatakan setuju terhadap agenda kedua ini.
Manajemen TOBA diberi wewenang untuk menentukan jadwal pelaksanaan, metode, hingga kepastian jumlah saham yang akan dibeli kembali. Direksi juga memiliki kuasa untuk memberhentikan proses buyback berdasarkan pertimbangan yang baik.
Agenda ketiga yang disetujui adalah perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Langkah ini bertujuan menyesuaikan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
RUPSLB ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 6.451.608.112 saham. Jumlah itu setara dengan 78,23% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh Perseroan.
Jajaran komisaris dan direksi turut hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Dr. Ahmad Fuad Rahmany dan Direktur Utama Dicky Yordan. Beberapa pengurus perseroan hadir secara daring melalui media telekonferensi.
