Mau Delisting dan Go Private, BEI Gembok Saham Ini 

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) di seluruh pasar efektif mulai Sesi I Periodic Call Auction  hari ini, tanggal 21  April 2026.

Menurut Adi Pratomo Aryanto, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI dalam pengumuman  tertulis, Senin 20 April 2026, suspensi saham IBST  tersebut merujuk pada surat PT Inti Bangun Sejahtera Tbk nomor 016/IBST-CSY/IV/2026 tanggal 17 April 2026 perihal Penyampaian Rencana Delisting dan Go-Private PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (“Perseroan”).

Berdasarkan surat tersebut,  jelas Adi,  Perseroan menyampaikan rencana melakukan Perubahan Status Perseroan dari Perusahaan Terbuka menjadi Perusahaan Tertutup Secara Sukarela (Go-Private) dan rencana Pembatalan Pencatatan Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (Voluntary Delisting).

“Sehubungan dengan hal tersebut, maka Bursa memutuskan untuk melakukan Penghentian Sementara Perdagangan Efek Perseroan (IBST) di Seluruh Pasar efektif mulai Sesi I Periodic Call Auction pada hari Selasa, 21 April 2026,” katanya.

Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan.

Pada perdagangan di BEI, Senin 20 April 2026, saham IBST ditutup naik 9,71% menjadi Rp8.475 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp7.725 per unit. Selama periode sepekan, harga saham IBST telah melonjak sebesar 32,42%, dari posisi Rp6.400 per saham menjadi Rp8.475 per saham per 20 April 2026. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Respons Pengumuman MSCI, BEI Klaim Empat Proposal Perbaikan Diakui

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons...

Serok 3,5 Juta Lembar Saham Perusahaan, Bos AVIA Rogoh Kocek Miliaran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direktur PT Avia Avian Tbk (AVIA),  Robert Christian...

MSCI Evaluasi RI, Saham HSC Bakal Dicoret dari Indeks Global pada Review Mei 2026

STOCKWATCH.ID (NEW YORK CITY)  – MSCI Inc. merespons langkah...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru