Emiten Grup Djarum IBST Bakal Delisting, Iforte Tawarkan Harga Tender Sukarela Rp5.400 per Saham

StockWatch.ID (JAKARTA) – PT Tbk (IBST) berencana mengubah status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private). Aksi korporasi ini akan diikuti dengan penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) selaku pemegang saham pengendali akan melakukan Penawaran Tender Sukarela (VTO). Iforte merupakan anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Manajemen IBST menetapkan harga penawaran tender sukarela sebesar Rp5.400 per saham. Harga tersebut lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di bursa selama 90 hari terakhir, yaitu Rp5.374 per saham.

Rencana go private ini merujuk pada hasil evaluasi strategi bisnis jangka panjang Grup TOWR. Langkah tersebut bertujuan menciptakan pengelolaan aset dan operasional yang lebih efisien di lingkungan grup.

Hingga 31 Maret 2026, Iforte menguasai 99,95% saham IBST. Sementara itu, porsi kepemilikan saham masyarakat hanya tersisa 0,05% atau setara 650.832 lembar saham.

Direksi IBST menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026. Pertemuan ini bertujuan meminta persetujuan pemegang saham independen atas rencana perubahan status perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (21/4/2026), masa penawaran tender sukarela diperkirakan berlangsung pada 1 Juli hingga 30 Juli 2026. Tanggal akhir pembayaran kepada pemegang saham dijadwalkan pada 11 Agustus 2026.

“Dipandang perlu melakukan restrukturisasi dalam Grup TOWR, termasuk meninjau ulang status kepemilikan saham oleh TOWR secara langsung maupun tidak langsung di beberapa anak perusahaan,” tulis manajemen IBST.

Terkait kinerja keuangan, IBST membukukan pendapatan sebesar Rp871,89 miliar sepanjang 2025. Perseroan juga mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp411,44 miliar pada periode yang sama.

Manajemen memastikan perseroan tidak sedang menghadapi permasalahan hukum atau tuntutan dari pihak ketiga. Tidak ada perkara hukum material yang dapat memengaruhi rencana go private maupun delisting tersebut.

“Harga yang akan ditawarkan Iforte kepada para pemegang saham adalah senilai Rp5.400 per saham,” ungkap manajemen dalam dokumen resminya.

Seluruh proses delisting saham IBST diperkirakan selesai sepenuhnya pada 8 April 2027. Jadwal ini masih bergantung pada perolehan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait lainnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Meroket 30,92%, BEI Suspensi Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara...

Mahar Atanta Sembiring Mundur dari Direktur Apexindo, Efektif Pasca RUPS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX)...

Respons Pengumuman MSCI, BEI Klaim Empat Proposal Perbaikan Diakui

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru