Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Melesat 16,6%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan performa gemilang pada awal tahun 2026. Bank pelat merah ini meraup laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini tumbuh 16,6% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang ekspansif dan pengelolaan kualitas aset yang disiplin. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan kondisi makroekonomi Indonesia tetap resilien di tengah tekanan global. Momentum ekspansi tetap terjaga seiring pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,5%.

“Kinerja Bank Mandiri bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional,” ujar Riduan dalam paparan kinerja kuartal I 2026 di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Pertumbuhan Pendapatan dan Efisiensi Biaya

Total pendapatan Bank Mandiri tumbuh positif sebesar 9,15% yoy. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) menjadi kontributor utama dengan pencapaian Rp21,2 triliun. Nilai ini meningkat 11,1% dibanding tahun sebelumnya.

Selain bunga, pendapatan non-bunga juga menunjukkan tren positif. Sektor ini tumbuh optimal 4,41% yoy mencapai Rp8,24 triliun. Kenaikan pendapatan ini beriringan dengan langkah efisiensi yang dilakukan perseroan.

Bank Mandiri berhasil menekan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) ke level 58%. Angka ini membaik signifikan sebesar 3,48 percentage basis secara tahunan. Manajemen menyebut efisiensi ini merupakan dampak dari optimalisasi kapabilitas digital dan skala bisnis yang semakin luas.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebutkan kekuatan likuiditas menopang pertumbuhan bisnis yang sehat. “Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi funding kami sekaligus memberikan sinyal likuiditas di industri yang semakin membaik,” tutur Novita.

Ekspansi Kredit dan Penghimpunan Dana

Fungsi intermediasi bank berjalan sangat efektif. Hingga Maret 2026, total kredit Bank Mandiri secara bank only tumbuh 17,4% yoy menjadi Rp1.530 triliun. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

Penyaluran kredit difokuskan pada sektor produktif dan padat karya. Kredit UMKM mencatatkan pertumbuhan 5,27% yoy. Capaian ini lebih baik dibanding kondisi industri UMKM nasional yang masih mengalami kontraksi.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sangat solid sebesar 21,1% yoy menjadi Rp1.675 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan dana murah (CASA) sebesar 12,7% yoy yang mencapai Rp1.201 triliun. Hal ini membuktikan tingkat kepercayaan nasabah terhadap perseroan tetap tinggi.

Kualitas Aset dan Kekuatan Neraca

Kekuatan neraca Bank Mandiri tercermin dari kualitas aset yang semakin sehat. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) terjaga di level 0,98%. Angka ini turun 3 basis poin dibanding tahun lalu.

Rasio Loan at Risk (LAR) juga menunjukkan perbaikan signifikan. Posisi LAR turun 124 basis poin menjadi 6,13%. Sementara itu, rasio Special Mention Loan (SML) berada di level 3,02%.

Permodalan perseroan tetap kuat untuk mendukung ekspansi masa depan. Hal ini ditunjukkan oleh rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang berada pada level 19,7%. Tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) tercatat sangat solid di angka 22,1%.

Mochamad Rizaldi, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, menegaskan komitmen perseroan pada kualitas pertumbuhan. “Bank Mandiri tetap konsisten mendorong pertumbuhan yang baik dan berkualitas pada segmen UMKM,” tegas Rizaldi.

Inovasi Digital dan Komitmen Hijau

Sinergi ekosistem digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri semakin masif. Hingga kini, pengguna Livin’ mencapai lebih dari 39 juta orang. Setiap harinya, terdapat rata-rata 27.000 pengguna baru yang bergabung.

Untuk segmen bisnis, layanan Kopra telah digunakan lebih dari 335.000 pengguna. Mayoritas pengguna atau sekitar 85% berasal dari sektor UMKM. Hal ini mempercepat inklusi keuangan digital hingga ke pelosok negeri.

Pada pilar keberlanjutan, portofolio hijau Bank Mandiri tumbuh 12,6% yoy mencapai Rp167 triliun. Saat ini, Bank Mandiri memimpin pangsa pasar portofolio hijau nasional dengan porsi lebih dari 35%.

“ESG menjadi bagian dari cara kami mengambil keputusan dan mendorong pertumbuhan,” pungkas Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan. Perseroan juga telah mengalokasikan Rp5 triliun dari Green Bond untuk sektor pengelolaan SDA hayati dan transportasi ramah lingkungan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tembus Rp1.530 Triliun, Kredit BMRI Melambung 17,4% di Q1 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk...

Parkir Sisa Dana Obligasi Rp523,17 Miliar di Bank Ina, BUMI Nikmati Bunga Giro 5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melaporkan...

Rugi Bersih Global Sukses Solusi (RUNS) Bengkak 137,84% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru