STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Timah Tbk (TINS) membukulan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,31 triliun pada 2025, tumbuh 5,14% jika dibandingkan Rp1,24 triliun pada tahun 2024.
Menurut laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan di BEI, Kamis 23 April 2026, pendapatan kontrak dari pelanggan TINS naik sebesar 6,41% menjadi Rp11,55 triliun pada 2025, dari Rp10,85 triliun pada tahun 2024.
Penyumbang terbesar pendapatan TINS tahun 2025 dari penjualan ekspor yakni sebesar Rp10,34 triliun atau sekitar 89,55% dari total pendapatan Perseroan. Sedangkan penjualan timah di pasar lokal hanya mengkontribusi Rp1,2 triliun.
Kenaikan pendapatan disertai meningkatnya beban pokok pendapatan TINS yang lebih tinggi dari pendapatan yakni sebesar 8,41% dari Rp8,10 triliun pada 2024, menjadi Rp8,78 triliun pada tahun 2025. Namun, laba kotor TINS masih naik tipis 0,52% menjadi Rp2,76 triliun pada tahun 2025, dari Rp2,74 triliun pada 2024.
Dari sisi neraca keuangan, TINS memiliki total aset sebesar Rp13,64 triliun per Desember 2025, naik 6,75% dibanding Rp12,78 triliun per Desember 2024. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Desember 2025, masing-masing sebesar Rp5,23 triliun dan Rp8,50 triliun. (konrad)
