STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Dividen tersebut setara dengan Rp346,00 per saham. Jumlah ini mencakup dividen interim sebesar Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun. Perseroan telah membayarkan dividen interim tersebut pada 15 Januari 2026.
Pembagian dividen mengacu pada kinerja keuangan tahun buku 2025. BRI mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,132 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun.
Ekuitas perseroan hingga akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp330,9 triliun. Angka ini tumbuh 2,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan modal perseroan di tengah distribusi laba kepada pemegang saham.
Kondisi likuiditas BRI juga berada pada level memadai. Hal ini terlihat dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 136,9%. Selain itu, Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat mencapai 117,7%.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasi BRI berada pada level 26,63%. Secara bank only, CAR tercatat sebesar 23,52%. Posisi ini berada jauh di atas ketentuan regulator.
Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menilai fundamental keuangan yang kuat menjadi modal utama. Kapasitas perseroan dinilai mampu menjaga keseimbangan nilai bagi pemegang saham dan pertumbuhan bisnis.
“BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas,” ujar Achmad.
Pada tahun 2026, BRI menargetkan pertumbuhan pinjaman sebesar 7% hingga 9% yoy. Fokus utama perseroan tetap pada segmen UMKM sebagai inti bisnis. Target ini sejalan dengan Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) 2026.
“Proyeksi ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik,” pungkas Achmad.
