STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengumumkan transaksi afiliasi melalui anak usahanya, PT Bukit Bali Permai (BBP). Perusahaan melakukan pembelian lahan di kawasan Pecatu, Badung, Bali. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp65,56 miliar.
Lahan yang dibeli terdiri atas tiga Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Total luas lahan mencapai 8.395 m2. BBP melakukan akuisisi ini dari PT Erlangga Prakarsa Mulia Sentosa (EPMS).
Transaksi ini merupakan bagian dari rencana penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I tahun 2025. Perseroan mengalokasikan dana tersebut sebagai belanja modal untuk memperkuat struktur aset.
Lokasi lahan berada berdampingan dengan Alila Villas Uluwatu, salah satu aset unggulan perseroan. Manajemen menilai posisi strategis ini mampu meningkatkan sinergi operasional dengan aset eksisting. Akuisisi ini juga memberikan fleksibilitas penuh bagi Grup Perseroan dalam merencanakan ekspansi usaha.
Direksi dan Dewan Komisaris BUVA menegaskan transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan. Keduanya bertanggung jawab penuh atas kebenaran seluruh fakta material dalam keterbukaan informasi tersebut.
“Pembelian lahan ini diproyeksikan memberikan nilai tambah komersial yang signifikan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (27/4/2026).
Langkah ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal. Kepemilikan langsung atas lahan dinilai lebih menguntungkan dibandingkan mekanisme sewa. Hal ini diharapkan mendukung keberlanjutan operasional jangka panjang.
Berdasarkan laporan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Felix Sutandar dan Rekan, nilai pasar objek properti tersebut adalah Rp67,16 miliar. Dengan harga transaksi Rp65,56 miliar, KJPP berpendapat rencana transaksi tersebut adalah wajar.
BBP merupakan anak usaha BUVA dengan kepemilikan 99,99%. Sementara itu, BBP dan EPMS memiliki hubungan afiliasi karena dikendalikan oleh pihak yang sama, yaitu Happy Hapsoro.
Suami Ketua DPR Puan Maharani itu bertindak sebagai Komisaris di EPMS. Di sisi lain, ia juga mengendalikan BUVA melalui rantai kepemilikan di PT Nusantara Utama Investama.
“Transaksi ini mendukung keberlanjutan operasional dan strategi pertumbuhan jangka panjang,” tegas manajemen.
Saat ini, susunan pengurus BBP dipimpin oleh Satrio sebagai Direktur Utama dan Hendry Utomo sebagai Direktur. Sedangkan posisi Komisaris dijabat oleh Astini Bernawati Oudang.
Untuk EPMS, posisi Direktur Utama dijabat oleh Ir. Handoko P. Anggraito dan Santoso Indra sebagai Direktur. Hapsoro menjabat sebagai Komisaris di perusahaan tersebut.
