Laba Superbank (SUPA) Meroket Tajam 31.051% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank membukukan kinerja gemilang pada awal tahun 2026. Bank digital ini meraih laba bersih sebesar Rp78,19 miliar pada kuartal I 2026. Pencapaian ini melonjak drastis hingga 31.051% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp251 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (28/4/2026), pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan signifikan pendapatan bunga bersih. Superbank mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp503,32 miliar pada kuartal I 2026. Angka tersebut tumbuh 91,38% dari Rp262,99 miliar pada kuartal I 2025.

Total pendapatan bunga perusahaan mencapai Rp724,65 miliar. Realisasi ini naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp366,45 miliar. Kontributor utama pendapatan berasal dari penyaluran kredit yang diberikan kepada pihak ketiga.

Peningkatan profitabilitas juga didukung oleh efisiensi operasional. Rasio biaya terhadap pendapatan atau Cost to Income Ratio (CIR) turun menjadi 57,19%. Dari sisi pendapatan operasional lainnya, Perseroan mengantongi Rp26,39 miliar, naik dari Rp19,51 miliar tahun lalu.

Di sisi lain, beban operasional Perseroan tercatat sebesar Rp429,34 miliar. Jumlah ini meningkat dari periode sebelumnya sebesar Rp282,25 miliar. Kenaikan beban dipicu oleh beban tenaga kerja senilai Rp119,72 miliar serta kerugian penurunan nilai aset keuangan sebesar Rp125,67 miliar.

Meskipun beban bunga naik menjadi Rp221,32 miliar dari Rp103,46 miliar, profitabilitas tetap terjaga. Hal ini dikarenakan pertumbuhan pendapatan bunga jauh lebih tinggi daripada beban bunga.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menilai pencapaian kuartal pertama menunjukkan strategi membangun bank digital berbasis ekosistem memberikan hasil nyata.

“Pertumbuhan yang kami capai tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas. Fundamental kami semakin kuat didukung tingkat kepercayaan nasabah yang terus meningkat,” ujar Tigor dalam siaran persnya.

Dari sisi neraca keuangan, kekuatan permodalan Superbank terlihat sangat solid. Total aset Perseroan melonjak 70,54% secara tahunan (YoY) menjadi Rp23,95 triliun per 31 Maret 2026. Bandingkan dengan total aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp21,28 triliun.

Penyaluran kredit mencapai Rp11,43 triliun, tumbuh 50,34% YoY. Pertumbuhan ini didorong penetrasi layanan digital melalui mitra strategis dan produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS). Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh pesat 103,89% YoY menjadi Rp14,44 triliun.

Kualitas aset bank tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross di level 2,10%. Adapun NPL Net tercatat sebesar 0,73%. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level yang sangat kuat yakni 84,09%.

Rasio profitabilitas lainnya juga menunjukkan tren positif. Imbal hasil ekuitas atau Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 4,13%. Sementara itu, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp15,85 triliun dengan total ekuitas senilai Rp8,10 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Elnusa Catat Kinerja Solid pada Kuartal I 2026 di Tengah Dinamika Industri Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan kinerja kuartal...

Adi Sarana (ASSA) Catat Pendapatan Solid di Kuartal I 2026, Bisnis Logistik Jadi Penggerak

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), emiten...

Cetak Sejarah! GOTO Bukukan Laba Bersih Perdana Rp171 Miliar di Kuartal I-2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru