spot_img

Jual Aset ke Siloam Rp33,8 Miliar, LPKR Perkuat Neraca dan Arus Kas

STOCKWATCH.ID (Tangerang) – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menjalin kesepakatan penjualan aset properti kepada anak usahanya, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dengan nilai transaksi mencapai Rp33,8 miliar.

Kedua belah pihak telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) bersyarat pada 30 April 2026. Objek transaksi berupa area di dalam bangunan Millenium Village Hillcrest House Tower yang berlokasi di Kelurahan Bencongan Indah, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Aset yang dilepas memiliki luas total 1.408,38 meter persegi. Berdasarkan dokumen resmi perusahaan, nilai transaksi disepakati sebesar Rp33,801 miliar di luar pajak dan biaya transaksi lainnya.

Corporate Secretary LPKR, Ratih Safitri, menyatakan bahwa aksi korporasi ini memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur neraca sekaligus meningkatkan likuiditas.

“Rencana transaksi ini membawa dampak positif bagi Perseroan dan akan memperkuat neraca serta meningkatkan arus kas,” ujar Ratih dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (4/5/2026).

Hubungan antara LPKR dan SILO tergolong sebagai transaksi afiliasi, mengingat LPKR melalui entitas anaknya merupakan salah satu pemegang saham utama di SILO. Meski demikian, manajemen memastikan tidak terdapat benturan kepentingan dalam transaksi ini.

Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari kegiatan usaha rutin untuk menghasilkan pendapatan. Nilainya pun di bawah 20% dari total ekuitas, sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi material sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penyelesaian transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan, termasuk diperolehnya opini kewajaran (fairness opinion) oleh pihak pembeli.

Ratih menambahkan, transaksi ini dikecualikan dari kategori tertentu karena merupakan bagian dari operasional normal perusahaan. “Rencana transaksi ini dikecualikan karena merupakan transaksi dalam rangka kegiatan usaha untuk menghasilkan pendapatan usaha,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Ambles 87%, FORU Siapkan 5 Strategi hingga Right Issue

STOCKWATCH.ID, Jakarta –  PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) memberikan...

Anak Usaha Waskita Karya Restrukturisasi Kredit ke BTN, Tenor Diperpanjang hingga 2032

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membawa...

Juli 2026, Tower Bersama (TBIG) Lunasi Pokok dan Bunga Obligasi VI/2023 Seri B Rp500 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru