MSIN Klarifikasi ke BEI soal Restatement dan Ungkap Kinerja 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menyampaikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penyajian kembali (restatement) laporan keuangan tahun 2023 dan 2024, sekaligus memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025.

Penyajian kembali laporan keuangan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Perseroan untuk memenuhi ketentuan dalam rencana secondary listing di Bursa Efek Hong Kong.

Perubahan utama dalam laporan keuangan terletak pada perlakuan akuntansi atas goodwill dan aset keuangan, yang berdampak pada sejumlah pos material dalam neraca perusahaan.

Per 31 Desember 2023, terjadi penyesuaian liabilitas lancar menjadi Rp984,97 miliar atau meningkat 61,06% dibandingkan laporan sebelumnya. Sementara itu, saldo ekuitas terkoreksi 10,16% menjadi Rp5,17 triliun.

Memasuki 2025, MSIN mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan Perseroan mencapai Rp3,84 triliun, naik 18,35% dari Rp3,24 triliun pada tahun sebelumnya.

Kenaikan ini ditopang oleh penguatan segmen bisnis konten, Intellectual Property (IP), serta monetisasi aset digital. Sejalan dengan peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan turut naik menjadi Rp2,73 triliun.

Perseroan juga membukukan laba sebesar Rp388,49 miliar dari divestasi PT MNC Portal Indonesia (MPI), yang dilakukan secara bertahap sejak 2024 hingga rampung pada 2025.

Di sisi ekspansi, MSIN mengalokasikan investasi pada aset tetap melalui pembelian tanah senilai Rp571,25 miliar. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan jangka panjang dan pembangunan infrastruktur bisnis ke depan.

Aset konten Perseroan juga menunjukkan peningkatan. Per 31 Desember 2025, nilai aset konten tercatat Rp838 miliar atau tumbuh 25,92%. Investasi selektif terus dilakukan guna menjaga keberlanjutan pipeline konten berkualitas.

Untuk struktur pendanaan, utang bank MSIN tercatat sebesar Rp241,13 miliar, yang digunakan untuk memperkuat modal kerja serta mendukung aktivitas produksi konten secara berkelanjutan.

Corporate Secretary MSIN, Ahmad Alhafiz, menjelaskan bahwa seluruh proses audit telah dilakukan secara transparan. Laporan keuangan tahun 2024 telah diaudit oleh KAP Kanaka Puradiredja Suhartono dengan opini wajar.

“Klarifikasi perlakuan akuntansi yang menyebabkan penyajian kembali tersebut, khususnya yang timbul dalam rangka pemenuhan ketentuan secondary listing di Bursa Efek Hong Kong,” tulis Ahmad Alhafiz dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (7/5/2026)

Ia menegaskan bahwa manajemen tetap optimistis terhadap prospek kinerja ke depan. Perseroan berkomitmen menjaga konsistensi dan keandalan laporan keuangan melalui penerapan standar akuntansi yang berlaku secara ketat.

Hingga saat ini, MSIN memastikan tidak terdapat perkara hukum material yang dapat mengganggu operasional. Perseroan juga menegaskan tidak ada informasi penting lain yang berpotensi memengaruhi harga saham selain yang telah disampaikan kepada publik.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Saham Melonjak Drastis, BEI Tetapkan Status UMA Emiten Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham...

Harga Meroket, BEI Gembok Saham Dua Emiten Mulai Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian...

Laba Bersih BRMS Melonjak 21,6%, KB Valbury Sekuritas Rekomendasi Beli dengan Target Rp1.060

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru