Free Float DKHH Tembus 20,79%, Ini Deretan Pemilik Manfaat Akhir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) mencatat jumlah pemegang saham sebanyak 16.866 Single Investor Identification (SID) hingga akhir April 2026. Jumlah ini meningkat 305 SID dibandingkan posisi Maret 2026 yang tercatat sebanyak 16.561 SID.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek perseroan, PT Siliwangi Djajakusumah tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 2.019.998.000 saham atau setara 79,21% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Sementara itu, Komisaris DKHH, Iqbal Rahim Wilis, tercatat memiliki 2.000 saham atau kurang dari 0,01%.

Perseroan telah memenuhi ketentuan minimum kepemilikan saham publik (free float) yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia. Jumlah saham non-warkat (scripless) yang dimiliki investor dengan porsi kurang dari 5% mencapai 530.174.097 saham atau setara 20,79% dari total saham tercatat.

Persentase tersebut telah melampaui batas minimum free float sebesar 15% untuk emiten di Papan Pengembangan sebagaimana diatur dalam Ketentuan V.1.1 Peraturan Nomor I-A. Selain itu, jumlah pemegang saham DKHH juga jauh di atas persyaratan minimum 300 SID.

Dalam laporan yang sama, perseroan mengungkap daftar Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat akhir. Nama-nama yang tercantum antara lain Satria Muhammad Wilis, Perdana Aqila Wilis, Ryan M. Wilis, Andri Kurniawan Wilis, Iqbal Rahim Wilis, Taruma Bambang T., Margiani Utami Bambang T., serta Yudistira Bambang T.

Untuk instrumen waran, jumlah yang beredar di masyarakat mencapai 264.825.903 unit atau setara 99,93% dari total waran yang tercatat.

Direktur Utama DKHH, Satria Muhammad Wilis, menegaskan bahwa seluruh data yang disampaikan telah dimuat secara lengkap dan benar.

“Direksi atas nama PT Cipta Sarana Medika Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,” ujar Satria dalam keterbukaan informasi, Senin (11/5/2026).

Administrasi saham DKHH dikelola oleh PT Adimitra Jasa Korpora selaku Biro Administrasi Efek (BAE). Adapun jumlah saham perseroan yang tercatat di bursa hingga akhir April 2026 mencapai 2.550.174.097 saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Telkom Hadapi Investigasi Otoritas Pasar Modal AS (SEC) dan DOJ, Ini Sikap BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memantau...

Bidik Laba Melonjak 70%, FORE Siapkan Rp250 Miliar untuk Ekspansi 100 Gerai Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE)...

Ini Alasan FORE Belum Bagikan Dividen 2025 Meski Laba Bersih Naik 54,8%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru