STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) memutuskan belum membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Direktur FORE, Mohammad Fahmi Rachmatullah, menjelaskan Perseroan masih mencatat saldo laba ditahan (retained earnings) negatif sehingga belum dapat membagikan dividen kepada pemegang saham.
“Hasil RUPS kita tentang pembagian dividen adalah kita belum melakukan pembagian dividen. Kita juga masih retained earning negatif untuk tahun ini,” ujar Fahmi dalam paparan publik usai RUPST.
Meski belum membagikan dividen, kinerja keuangan FORE sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Perseroan membukukan laba bersih Rp90,13 miliar atau melonjak 54,8% dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp58,21 miliar.
Pendapatan konsolidasi FORE juga tumbuh 44,1% menjadi Rp1,49 triliun dari sebelumnya Rp1,03 triliun. Kenaikan ini ditopang ekspansi gerai yang berlangsung agresif sepanjang tahun lalu.
Hingga akhir 2025, FORE mengoperasikan 316 gerai aktif atau meningkat 37% secara tahunan (year-on-year/YoY). Perseroan juga mencatat Same Store Sales Growth (SSSG) sebesar 4,7% di tengah persaingan industri kopi yang semakin ketat.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor Perseroan naik 45,6% menjadi Rp924,31 miliar. Margin laba kotor meningkat dari 61,1% menjadi 61,7%.
Kinerja operasional juga tercermin dari EBITDA yang tumbuh 58,1% menjadi Rp300,04 miliar. Margin EBITDA naik menjadi 20% dibandingkan 18,3% pada 2024.
Sementara itu, posisi pinjaman bank berbunga turun 40% menjadi Rp16,19 miliar. Akumulasi kerugian juga berhasil ditekan 33,4% menjadi Rp177,79 miliar.
“Perbaikan struktur neraca tercermin dari penurunan pinjaman bank berbunga sebesar 40% secara year-on-year,” tulis manajemen dalam laporannya.
Posisi kas Perseroan melonjak 419,6% menjadi Rp327,53 miliar pada akhir 2025. Adapun total aset bersih (net cash) tercatat Rp311,33 miliar atau tumbuh 764,2%.
Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I 2026. FORE mencatat pendapatan Rp444,45 miliar atau naik 52,4% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih periode berjalan juga meningkat 60,5% menjadi Rp9,43 miliar.
Tahun ini, Perseroan menargetkan pembukaan lebih dari 100 gerai baru. Ekspansi akan difokuskan ke kota-kota Tier 2 dan Tier 3 untuk merek Fore Coffee, serta pengembangan brand Fore Donut di kota Tier 1.
Hingga Maret 2026, jumlah gerai aktif FORE telah mencapai 335 unit.
