TRJA Bidik Peluang IKN, Siapkan Investasi Rp108,9 Miliar untuk Tambah 665 Armada Baru

STOCKWATCH.ID (BALIKPAPAN) – PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) resmi mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha baru. Langkah strategis ini bertujuan menangkap peluang besar dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sektor pertambangan di Kalimantan Timur.

Emiten penyewaan kendaraan ini bakal menambah tiga klasifikasi bidang usaha (KBLI). Ketiganya meliputi angkutan darat lainnya untuk penumpang, angkutan sewa, serta angkutan bus tidak dalam trayek lainnya.

Rencana ekspansi tersebut telah melalui uji kelayakan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ihot, Dollar & Raymond. Hasil studi kelayakan menyatakan rencana penambahan kegiatan usaha TRJA masuk kategori layak untuk dilaksanakan.

Manajemen TRJA menyiapkan investasi jumbo senilai Rp108,9 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk pengadaan 665 unit kendaraan baru berbagai tipe secara bertahap selama lima tahun ke depan.

Seluruh sumber pembiayaan ekspansi tersebut berasal dari kas dan setara kas internal perseroan. TRJA memastikan tidak memerlukan modal awal tambahan karena penggunaan dana operasional dilakukan secara berkesinambungan.

Dari sisi finansial, proyeksi Net Present Value (NPV) rencana ini tercatat positif sebesar Rp95,61 miliar. Sementara itu, tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) mencapai 26,5%. Angka ini jauh melampaui biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) sebesar 7,50%.

Profitability Index (PI) proyek ini berada di level 3,16. Hal itu menunjukkan setiap investasi yang dikeluarkan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi perusahaan.

“Penambahan bidang usaha ini mempertimbangkan pertumbuhan kawasan industri dan kawasan tambang di wilayah Kalimantan Timur, termasuk dalam konteks pembangunan IKN,” jelas manajemen TRJA dalam dokumen keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (19/5/2026).

Manajemen melihat adanya lonjakan permintaan layanan angkutan karyawan dan shuttle bus. Kapasitas bisnis saat ini dinilai belum mencukupi untuk merespons kebutuhan pasar secara legal dan terstruktur.

TRJA menargetkan perolehan pangsa pasar sebesar 10% hingga 15% dalam tiga tahun pertama pengembangan layanan di Kalimantan Timur. Perseroan juga memproyeksikan peningkatan marjin laba bruto ke kisaran 18,4% hingga 28,1% selama periode proyeksi.

Untuk memuluskan rencana tersebut, TRJA akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta.

“Rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Transkon Jaya Tbk dinyatakan layak untuk dilaksanakan,” tulis manajemen dalam kesimpulan laporan studi kelayakan tersebut.

Laporan ini disampaikan dan ditandatangani oleh Rex Alexander Joseph Syauta selaku Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan TRJA pada 18 Mei 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Oki Ramadhana Pimpin INA, Alex Widi Kristiono Ditunjuk Nahkodai Mandiri Sekuritas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Oki...

IPO RI Masih Kalah dari Malaysia, BEI Tetap Pede Kejar Target 50 Emiten Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis...

Berlanjut, IHSG Pagi Ini Turun Lagi 0,43% Terbebani Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru