Japfa Comfeed Cetak Laba Rp1,82 Triliun di Kuartal I 2026, Melonjak 167%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatat kinerja impresif pada kuartal I 2026. Penjualan maupun laba emiten pakan ternak ini tumbuh signifikan. Tampilan kinerja JPFA yang ciamik didukung antara lain oleh kenaikan harga jual rata-rata serta peningkatan volume penjualan produk.

Menurut laporan keuangan per Maret 2026 yang diumumkan, Sabtu 16 Mei 2026,  JPFA mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  sebesar Rp1,82 triliun (Rp156 per saham) pada kuartal I 2026, melonjak 167% jika dibandingkan Rp680,42 miliar (Rp59 per saham) pada kuartal I 2025.

Pertumbuhan laba emiten produsen pakan ternak terpadu ini ditopang oleh penjualan bersih Perseroan yang tumbuh 23,59% menjadi Rp17,71 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp14,33 triliun pada periode sama tahun 2025.

Penjualan  JPFA kuartal I 2026 didominasi oleh pasar lokal yakni  Rp71,33 triliun, atau sekitar 97,88% dari total penjualan perseroan. Adapun pasar ekspor hanya menyumbang 374,22 miliar.

Ditinjau dari sisi segmen operasi, penjualan terbesar dari segmen peternakan komersial yakni Rp7,07 triliun, disusul  pakan ternak Rp4,86 triliun, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp3,18 triliun, serta budidaya perairan dan pembibitan unggas, masing-masing Rp1,22 triliun dan Rp1,09 triliun.

Seiring penjualan,  beban pokok penjualan JPFA  juga naik sebesar 13,37% menjadi Rp413,19 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp11,63 triliun pada kuartal I 2025. Namun, laba kotor emiten pakan ternak tersebut tumbuh 67,74% menjadi Rp4,52 triliun pada kuartal I 2026, dibanding Rp2,69 triliun pada kuartal I 2025.

Setelah dikurangi beban usaha, emiten produsen pakan ternak terpadu ini membukukan laba usaha sebesar Rp2,59 triliun pada kuartal I 2026. Nilai laba usaha ini melonjak 128,17% dibanding Rp1,13 triliun pada kuartal I 2025.

Dari sisi neraca keuangan, JPFA memiliki total aset sebesar Rp39,33 triliun per Maret 2026, turun tipis 1,8% dari Rp40,06 triliun pada 2025. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas emiten produsen pakan ternak terpadu tersebut, masing-masing sebesar Rp17,31 triliun dan Rp22,02 triliun per Maret 2026. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dari Laba, Hillcon Berbalik Rugi Rp1,03 Triliun pada 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Kinerja keuangan PT  Hillcon Tbk (HILL) cenderung...

OJK Beberkan Penyebab ROI Dana Pensiun Turun Tajam pada Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja...

Laba Industri Asuransi Jiwa Melonjak ke Rp7,85 Triliun per Maret 2026, OJK Ungkap Pemicunya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Industri perasuransian nasional mencatat kinerja positif...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru