STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) belum bisa keluar dari zona negatif. Perseroan masih menderita kerugian sebesar Rp5,06 miliar pada kuartal I 2026, turun 44,20% dari rugi Rp9,07 miliar di kuartal I 2025. Kerja keras Manajemen memperbaiki keuangan belum membuahkan hasil signifikan.
Kerugian ASLI, menurut laporan keuangan per Maret 2026 yang disampaikan ke BEI Senin 18 Mei 2026, disebabkan antara lain, oleh pendapatan bersih Perseroan yang anjlok 74,25% jadi Rp19,74 miliar, dari Rp76,68 miliar pada kuartal I 2025.
Penurunan pendapatan terbesar dari lini usaha jasa konstruksi yang merosot 75% menjadi Rp18,19 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp72,85 miliar di kuartal I 2025.
Manajemen Perseroan berhasil menekan turun beban pokok pendapatan 75,21% jadi Rp512,33 miliar, dari Rp17,72 miliar pada kuartal I 2025. Namun, laba kotor ASLI turun 60,99% jadi Rp2,02 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp5,18 miliar di kuartal I 2025.
Beban usaha ASLI, yakni beban umum dan administrasi turun 47,20% jadi Rp5,99 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp11,34 miliar pada periode sama 2025. Akan tetapi, ASLI masih menderita rugi usaha sebesar Rp4,83 miliar pada kuartal I 2026. Nilai kerugian usaha ini berkurang 37,06% dari Rp7,68 miliar di kuartal I 2025.
Total asset ASLI pada 2025 sebesar Rp405,64 miliar, turun 5,19% dari Rp427,87 miliar tahun 2025. Jumlah liabilitas ASLI, sebesar Rp35,31 miliar pada per Maret 2026. Adapun jumlah ekuitas Perseroan sebesar Rp370,33 miliar per Maret 2026.
Sekedar informasi, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) merupakan perusahaan konstruksi yang didirikan pada tahun 2008 di Bekasi, Jawa Barat. Beberapa portofolio perusahaan yang sudah selesai dibangun Perseroan, antara lain Jembatan Andalan Pacongkan, Gedung BPJN X Kupang, Gedung Garasi Sentul, Gedung Kedutaan Besar Australia, Tol Kebon Bawang, dan lain-lain. (konrad)
