Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Sinyal Kesepakatan Damai Mulai Menguat?

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Serangan tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa waktu setempat.

Keputusan krusial ini diambil usai Trump menerima permintaan khusus dari tiga pemimpin kekuatan besar di Timur Tengah. Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump mengonfirmasi penundaan tersebut.

Tiga pemimpin yang menghubungi Trump adalah Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani. Selain itu, terdapat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan juga ikut menyampaikan permohonan serupa.

Para pemimpin regional tersebut meminta Trump menahan diri. Mereka menilai proses negosiasi saat ini sudah berada di tahap yang sangat krusial. Kesepakatan damai diprediksi akan segera tercapai dalam waktu dekat.

“Saya menundanya untuk sementara waktu, mudah-mudahan selamanya, tapi mungkin untuk sementara waktu karena kami telah melakukan diskusi sangat besar dengan Iran,” ujar Trump saat berbicara di Gedung Putih, Senin (18/5/2026).

Trump menjelaskan para sekutu AS di Timur Tengah meminta waktu sekitar dua hingga tiga hari ke depan. Mereka meyakini Iran sudah sangat dekat untuk menyetujui poin-poin perjanjian. Salah satu syarat utama yang ditegaskan Trump adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Meski demikian, Trump tetap menyiagakan kekuatan militer penuh. Ia sudah memberikan instruksi khusus kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Perintah serupa diberikan kepada Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Cain.

Militer AS wajib dalam posisi siap tempur. Trump memerintahkan mereka untuk melancarkan serangan skala besar dalam waktu singkat jika negosiasi gagal.

“Harus tetap bersiap untuk melanjutkan serangan besar-besaran terhadap Iran dalam waktu singkat, jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai,” tulis Trump dalam unggahannya.

Saat ini, kondisi di Selat Hormuz masih berada dalam ketegangan tinggi. Jalur pengiriman minyak global tersebut sempat mengalami blokade akibat konflik yang berlangsung.

Gencatan senjata yang sudah berjalan selama enam pekan disebut Trump dalam kondisi kritis. Pelaku pasar kini menanti hasil negosiasi tersebut, mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap stabilitas ekonomi dan harga energi dunia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Bergerak Variatif, Nasdaq dan S&P 500 Tergelincir Dua Hari Beruntun

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Bangkit dari Tekanan, Investor Pantau Sinyal Keras Trump ke Iran

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru