spot_img

Trump Kirim Sinyal Keras ke Iran, Bursa Saham Asia Kompak Melemah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas melemah pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026). Investor mengantisipasi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran. Ancaman ini memicu kekhawatiran baru terkait gangguan pasokan minyak global.

Mengutip CNBC International, Trump melalui akun Truth Social miliknya mendesak Iran segera mengambil tindakan. Ia menyebut waktu bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan damai sangat terbatas. Eskalasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu jalur distribusi minyak mentah di Timur Tengah.

“Jam terus berdetak,” tulis Trump dalam unggahannya. Ia juga memperingatkan jika tindakan tidak segera diambil, “tidak akan ada yang tersisa.” Trump menegaskan posisinya dengan menyebut “waktu adalah hal yang terpenting!”

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 ditutup merosot 1,45% ke level 8.505,30. Bursa Jepang juga tertekan cukup dalam. Indeks Nikkei 225 kehilangan 0,97% di posisi 60.815,95, sementara indeks Topix juga turun 0,97% menjadi 3.826,51.

Pasar obligasi Jepang ikut bergejolak. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun melonjak lebih dari 9 basis poin ke posisi 2,793%. Kenaikan ini memperpanjang aksi jual obligasi global di tengah meningkatnya ketakutan terhadap inflasi.

Bursa saham Korea Selatan menunjukkan perlawanan tipis. Indeks Kospi naik 0,31% ke level 7.516,04, sekaligus membalikkan kerugian pada awal sesi. Namun, indeks Kosdaq yang didominasi saham kapitalisasi kecil justru anjlok 1,66% ke posisi 1.111,09.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 1,22% pada jam terakhir perdagangan sore. Indeks CSI 300 di China daratan juga melemah 0,54% ke level 4.833,52. Sementara itu, indeks Taiex Taiwan turun 0,68% di posisi 40.891,82 dan indeks Nifty 50 India terkoreksi tipis 0,12%.

Situasi di Timur Tengah tetap memanas meski sempat ada gencatan senjata pada awal April lalu. AS masih melanjutkan blokade pelabuhan Iran. Sebaliknya, Iran tetap menutup Selat Hormuz sejak konflik pecah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bursa Saham Asia Rebound Ditopang Saham Cip & Sinyal Suku Bunga Fed

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar saham Asia menguat pada perdagangan...

Wall Street Bervariasi: Indeks Dow Jones Cetak Rekor Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau, Indeks DAX Jerman Melonjak 2,16%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru