STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026) waktu setempat. Investor merespons positif langkah privatisasi besar di Jerman serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,19% ke posisi 611,34. Sebagian besar sektor regional berada di wilayah positif. Indeks DAX Jerman tercatat menguat 0,38% ke level 24.400,65. Indeks FTSE 100 Inggris juga naik tipis 0,07% ke posisi 10.330,55.
Namun, beberapa bursa utama lainnya mengalami koreksi tipis. Indeks CAC 40 Prancis turun 0,07% ke level 7.981,76. FTSE MIB Italia merosot 0,65% ke posisi 48.354,89. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol melemah 0,48% ke level 17.670,10.
Gairah pasar didorong oleh pengumuman Pemerintah Jerman untuk memprivatisasi kembali Uniper. Grup energi ini sempat diselamatkan saat krisis energi 2022 dengan biaya pembayar pajak mencapai 13,5 miliar euro atau setara US$15,71 miliar. Saat ini, pemerintah menguasai 99,12% saham Uniper.
Saham Uniper langsung melonjak 11,8% setelah kabar pelepasan saham tersebut beredar. Langkah ini diprediksi menjadi salah satu transaksi terbesar di Eropa tahun ini. Michael Lewis, CEO Uniper, menyatakan optimisme terhadap kondisi perusahaan saat ini.
“Kami sekarang lebih stabil, lebih tangguh, dan diposisikan secara strategis dengan lebih jelas. Kami secara konsisten menyelaraskan bisnis kami menuju pendapatan yang andal dan memiliki neraca yang kuat,” ujar Lewis dalam keterangannya.
Sektor pertahanan juga ikut melaju kencang. Swedia dilaporkan akan membeli kapal fregat dari Prancis dalam investasi militer terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Saham Saab, perusahaan pertahanan asal Swedia, melonjak 5% karena diproyeksikan mengembangkan sistem senjata kapal tersebut.
Sentimen positif lainnya datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Melalui akun Truth Social, Trump memerintahkan militer AS membatalkan serangan terencana ke Iran. Keputusan ini diambil usai permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Trump menyebut kesepakatan masa depan akan dibuat demi kepentingan AS dan negara-negara Timur Tengah. Hal ini membuat harga minyak dunia sedikit melandai. Minyak Brent untuk pengiriman Juli turun 1,21% menjadi US$110,74 per barel.
Dari sisi makroekonomi, Inggris melaporkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 5% pada periode Maret. Angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 4,9%. Jack Kennedy, ekonom senior di Indeed, menilai ketidakpastian politik dan konflik Iran menekan permintaan tenaga kerja.
“Bagi Bank of England, angka pengangguran Maret tersebut tidak banyak membantu menyelesaikan perbedaan pandangan di Komite Kebijakan Moneter,” kata Kennedy.
Pertemuan menteri keuangan G7 di Paris juga berakhir hari ini. Fokus diskusi mencakup mitigasi guncangan ekonomi global akibat konflik Iran. Para pemimpin ekonomi dunia tengah menimbang dampak krisis terhadap pertumbuhan dan inflasi global.

