spot_img

Futures Saham AS Stagnan, Wall Street Menanti Laporan Keuangan Nvidia

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) bergerak tipis pada Selasa malam (19/5/2026) waktu setempat. Para pelaku pasar memilih bersikap hati-hati. Mereka sedang menanti rilis laporan keuangan kuartal pertama dari Nvidia.

Mengutip CNBC International, data perdagangan menunjukkan futures S&P 500 dan Nasdaq 100 bergerak datar. Futures yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average terpantau sedikit melemah. Pergerakan ini terjadi setelah sesi perdagangan yang cukup berat di Wall Street.

Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi memberikan tekanan besar pada pasar saham. Kondisi tersebut menyebabkan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Indeks pasar luas merosot 0,67%.

Nasdaq yang padat saham teknologi terkoreksi 0,84%. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average kehilangan 322,24 poin atau turun 0,65%.

Yield Treasury AS tenor 30 tahun sempat menyentuh level 5,19%. Ini merupakan angka tertinggi dalam hampir 19 tahun terakhir. Yield Treasury tenor 10 tahun juga melonjak ke level 4,687%.

Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak Januari 2025. Suku bunga melonjak dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini dipicu serangkaian laporan ekonomi pekan lalu. Data tersebut mengungkap inflasi kemungkinan kembali memanas.

Kini perhatian investor beralih sepenuhnya kepada Nvidia. Perusahaan chip favorit sektor AI ini akan melaporkan kinerja kuartal pertamanya setelah penutupan pasar hari Rabu. Laporan ini menjadi tolok ukur penting bagi perdagangan sektor kecerdasan buatan.

Investor ingin melihat pembaruan terbaru mengenai permintaan chip global. Ben Snider, Chief U.S. Equity Strategist di Goldman Sachs, memberikan pandangannya terkait hal ini. Ia mencatat peran krusial Nvidia terhadap pasar modal AS.

Snider menyebut emiten chip tersebut berkontribusi sekitar 20% terhadap imbal hasil S&P 500 sepanjang tahun ini. Nvidia juga menyumbang porsi hampir serupa bagi pertumbuhan laba indeks pasar luas pada 2026.

“Angka yang mereka laporkan besok sangat penting. Investor menjadikannya sinyal arah pembangunan infrastruktur AI ke depan,” ujar Snider.

Selain kinerja Nvidia, pelaku pasar juga menunggu rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan April. Dokumen penting tersebut dijadwalkan terbit pada Rabu pukul 14.00 waktu setempat. Pasar ingin mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS di tengah tekanan inflasi yang masih membayangi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Imbal Hasil Obligasi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Privatisasi Raksasa Energi dan Kabar Iran Angkat Bursa Eropa

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Trump Tunda Serangan ke Iran, Bursa Asia Bergerak Variatif

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru