STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar properti Indonesia tahun ini diproyeksikan tetap berada pada jalur positif. Kondisi tersebut didorong oleh lonjakan tren penjualan rumah second atau pasar sekunder yang semakin diminati masyarakat.
Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit menilai perkembangan pasar sekunder menjadi katalis baru pertumbuhan industri properti. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga terjangkau.
Panangian menyebut pasar rumah second memiliki potensi tumbuh yang besar. Saat ini terdapat keterbatasan suplai rumah baru jika dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan hunian setiap tahun.
Pasar sekunder dipandang sebagai solusi efektif untuk memperluas akses kepemilikan rumah. Langkah ini sekaligus membantu menekan angka backlog perumahan nasional yang masih tinggi.
Lokasi rumah second biasanya berada di kawasan premium. Harga yang ditawarkan sering kali masih menggunakan standar harga beberapa tahun lalu.
Dalam waktu dekat, puluhan ribu aset rumah second akan dilepas ke pasar melalui mekanisme lelang. Pelepasan aset ini diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Properti yang akan dilelang terdiri atas berbagai segmen. Mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen, hingga tanah kavling dengan rentang harga sangat variatif.
Panangian memastikan seluruh rumah yang dipasarkan telah melalui pengecekan legalitas. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait aspek administrasi maupun status kepemilikannya.
Tersedia pula skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus bagi masyarakat yang ingin menyicil rumah second. Penguatan pasar sekunder dipercaya akan meningkatkan likuiditas pasar properti nasional secara keseluruhan.
“Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas,” ujar Panangian.
“Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” tambahnya.
“Pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” pungkas Panangian.
