STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memberikan penjelasan rinci kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kondisi laporan keuangan per 31 Maret 2026. Dokumen tanggapan ini dikirimkan pada 19 Mei 2026 guna merespons surat permintaan klarifikasi dari BEI.
WIKA membukukan kas dan setara kas sebesar Rp1,46 triliun per 31 Maret 2026. Angka ini mengalami penurunan tajam sebesar 47,11% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sempat mencapai Rp2,75 triliun.
Di samping itu, saldo bank yang dibatasi penggunaannya juga ikut merosot signifikan. Saldo tersebut turun dari Rp450,12 miliar menjadi hanya tersisa Rp74,94 miliar.
Penurunan kas dan setara kas secara drastis ini dipicu oleh upaya perusahaan menurunkan pokok pinjaman. WIKA fokus melakukan pembayaran pinjaman jangka panjang, melunasi bunga, serta menutupi kebutuhan operasional seperti pembayaran kepada vendor.
“Penurunan saldo bank dibatasi penggunaannya disebabkan penggunaan dana hasil PMHMETD II,” kata Corporate Secretary WIKA, Ngatemin dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (20/5/2026).
Ngatemin menyebut dana tersebut mengalir untuk membiayai Proyek Strategis Nasional dan Ibu Kota Nusantara sesuai dengan prospektus.
Tantangan likuiditas juga datang dari tingginya piutang usaha. WIKA mencatat piutang jatuh tempo senilai Rp1,64 triliun atau 68,11% dari total piutang usaha.
Piutang dengan umur lebih dari 12 bulan mendominasi hingga Rp1,19 triliun. Kesulitan keuangan yang mendera pihak owner atau pemberi kerja menjadi biang keladi lambatnya pencairan dana ini.
Demi menjaga kecukupan modal kerja dan likuiditas jangka pendek, manajemen menjalankan serangkaian strategi penyehatan. Salah satu fokus utamanya adalah program asset recycling. WIKA mulai mendivestasi aset-aset non-inti untuk memperoleh suntikan dana tunai segar.
“Perseroan saat ini berada dalam masa restrukturisasi pinjaman perbankan,” ujar Ngatemin.
Langkah restrukturisasi ini mengacu pada Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah disepakati pada 2024. Strategi komprehensif ini diharapkan mampu memangkas beban bunga perusahaan. Hasil akhirnya, fleksibilitas struktur modal akan meningkat guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.
WIKA juga giat menekan kerugian pada proyek ventura bersama. Perusahaan melakukan mitigasi serta evaluasi ketat atas proyek ventura bersama saat pelaksanaan hingga penyelesaian proyek. Manajemen juga meminta dukungan pemegang saham mayoritas lewat berbagai skema pendanaan seperti refinancing maupun setoran modal.

