spot_img

Trump Tunda Serangan ke Iran, Bursa Asia Bergerak Variatif

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak variatif pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026). Pelaku pasar merespons kabar penundaan serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran oleh Presiden Donald Trump. Kebijakan ini membuat harga minyak dunia sedikit melandai meski tetap berada di level tinggi.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang berakhir turun 0,44% ke level 60.550,59. Indeks Kospi Korea Selatan terpangkas lebih dalam hingga 3% ke posisi 7.271,66. Namun, indeks S&P/ASX 200 Australia ditutup menguat 1,17% menjadi 8.604,70.

Bursa China daratan melalui indeks CSI 300 naik 0,4% ke level 4.852,88. Indeks Hang Seng Hong Kong juga terangkat 0,48% ke posisi 25.797,85. Sementara itu, indeks Nifty 50 di India terkoreksi tipis 0,14% menjadi 23.618,00.

Harga minyak mentah dunia menunjukkan penurunan setelah Trump mengumumkan pembatalan serangan terencana ke Iran. Keputusan penundaan serangan tersebut diambil usai adanya permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Trump menyampaikan optimisme mengenai tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Ia mengunggah pernyataan tersebut melalui akun Truth Social miliknya.

“Kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya. Kesepakatan ini akan mencakup hal penting, TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!,” tulis Trump.

Meski demikian, Trump tetap menginstruksikan para pemimpin militer untuk selalu siaga. Pasukan AS diminta bersiap melakukan serangan skala besar jika kesepakatan yang memadai tidak tercapai. Hingga saat ini, Selat Hormuz masih ditutup oleh Teheran dan AS terus memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Lembaga pemeringkat Moody’s memberikan catatan terhadap situasi di Timur Tengah tersebut. Konflik yang telah memasuki bulan ketiga ini dinilai belum memiliki tanda-tanda penyelesaian yang cepat.

“Seiring konflik Timur Tengah memasuki bulan ketiga, kecil prospek penyelesaian cepat dan tahan lama antara AS dan Iran dan dengan itu pembukaan kembali sepenuhnya Selat Hormuz,” tulis Moody’s.

Investor juga mencermati data pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal pertama. Ekonomi negara tersebut tumbuh 2,1% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan rata-rata analis sebesar 1,7%.

Selain faktor geopolitik, pasar juga menanti hasil pertemuan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini.

Di pasar India, saham-saham perusahaan milik konglomerat Gautam Adani mencatatkan kenaikan. Sentimen positif ini muncul setelah AS membatalkan tuntutan penipuan terhadap miliarder tersebut. Saham Adani Enterprises naik 1,79% dan saham Adani Green Energy menguat 1,81%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Futures Saham AS Stagnan, Wall Street Menanti Laporan Keuangan Nvidia

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Wall Street Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Imbal Hasil Obligasi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Privatisasi Raksasa Energi dan Kabar Iran Angkat Bursa Eropa

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru