Pangkas Komisi GoRide Jadi 8%, GOTO Jalankan Empat Strategi Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui unit bisnisnya, Gojek, menyiapkan empat langkah strategis guna mendukung arahan pemerintah. Kebijakan ini berkaitan dengan penyesuaian skema bagi hasil layanan ojek online demi kesejahteraan mitra pengemudi.

Keputusan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto. Perusahaan menetapkan bagi hasil 92% untuk mitra pengemudi dan 8% untuk aplikator. Langkah besar ini diumumkan manajemen di Jakarta menjelang momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo menjelaskan kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang. Perusahaan berupaya menciptakan ekosistem yang lebih berkesinambungan bagi seluruh pihak.

Langkah pertama, Gojek berkomitmen menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua sesuai arahan Presiden. Perusahaan menyadari tanggung jawab besar sebagai platform transportasi online dalam menjaga pergerakan masyarakat.

Untuk layanan GoRide Reguler, manajemen berupaya tidak melakukan perubahan harga bagi konsumen. Stabilitas harga sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan berharap jumlah order tetap stabil sehingga total pendapatan mitra pengemudi tetap terjaga.

Langkah kedua, Gojek secara resmi menghentikan “Program Langganan GoRide Hemat” untuk mitra pengemudi dalam waktu dekat. Program ini sebelumnya telah diuji coba sejak November 2025. Hasil kajian menunjukkan skema langganan tersebut perlu keseimbangan lebih baik bagi kesejahteraan mitra.

Nantinya, layanan GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8%. Kebijakan ini dibarengi penyesuaian harga konsumen secara moderat pada layanan GoRide Hemat. Hans memastikan penyesuaian dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keterjangkauan harga.

Langkah ketiga, Gojek terus memprioritaskan berbagai program kesejahteraan mitra yang sudah berjalan. Program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, hingga BPJS Kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

Fasilitas lain seperti beasiswa untuk anak mitra, Umroh gratis, hingga cek kesehatan gratis akan terus dilanjutkan. Komitmen ini sejalan dengan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Langkah keempat berfokus pada kekuatan ekosistem GoTo untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Hans mengakui perubahan skema bagi hasil memberikan tantangan pada pendapatan lini bisnis GoRide. Namun, kekuatan ekosistem memberikan fondasi kuat untuk terus bertumbuh.

Lini bisnis lain seperti teknologi finansial dan logistik saat ini berkembang dengan sangat cepat. Inovasi berkelanjutan diyakini mampu menjaga stabilitas jangka panjang perusahaan.

“Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital,” ujar Hans di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Saat ini, GoTo terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai detail teknis dalam Peraturan Presiden. Perusahaan berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan implementasi kepada para pemangku kepentingan.

“Demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama,” tutup Hans.

- Advertisement -

Artikel Terkait

GOTO Ikuti Arahan Presiden, Potongan Komisi Driver Dipangkas Jadi 8%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)...

Hingga April 2026, Realisasi KUR Bank Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus  memperkuat komitmen...

BI, Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan I 2026 Tercatat US$433,4 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa posisi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru