spot_img

Carsurin (CSRN) Bagikan Dividen Rp0,33 per Saham di Tengah Penurunan Laba

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT CARSURIN Tbk (CSRN) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 meski mencatat penurunan laba bersih.

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp0,33 per lembar saham.

Jika merujuk pada laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp5,65 miliar dengan laba per saham (EPS) Rp1,95, maka rasio pembagian dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) CSRN tercatat sekitar 16,92%.

Theresa Ivvone, Direktur CSRN, menjelaskan pembagian laba ini ditujukan bagi pemegang saham yang namanya masuk dalam daftar resmi. Batas waktu penentuan penerima hak dividen jatuh pada awal Juni mendatang.

“Carsurin akan membagikan dividen tunai sebesar Rp0,33 per lembar saham kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 5 Juni 2026 pada pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat (Recording Date),” ujar Theresa dalam paparan publik usai RUPST.

Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen tunai CSRN:

  • Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 3 Juni 2026
  • Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 4 Juni 2026
  • Cum Dividen (Pasar Tunai): 5 Juni 2026
  • Ex Dividen (Pasar Tunai): 8 Juni 2026
  • Recording Date: 5 Juni 2026
  • Pembayaran Dividen: Paling lambat 24 Juni 2026

Mengenai kinerja keuangan, CSRN sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup apik sepanjang 2025. Pendapatan perseroan tumbuh 12,58% menjadi Rp504,96 miliar dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp448,51 miliar.

Jasa inspeksi menjadi tulang punggung utama dengan sumbangan Rp391,44 miliar. Sementara itu, jasa pengujian turut memberikan kontribusi sebesar Rp58,36 miliar terhadap total omzet.

Sayangnya, kenaikan pendapatan ini tidak diikuti oleh pertumbuhan laba. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 75,55% menjadi Rp5,65 miliar. Pada tahun sebelumnya, perseroan masih mengantongi laba Rp23,11 miliar.

Penurunan ini disebabkan oleh membengkaknya beban pokok pendapatan sebesar 17,42% menjadi Rp243,53 miliar. Selain itu, beban umum dan administrasi juga naik 14,72% menjadi Rp233,35 miliar. Kinerja laba makin tertekan akibat pos penghasilan lainnya yang berbalik menjadi beban neto sebesar Rp2,97 miliar.

Meski demikian, kondisi neraca keuangan perusahaan masih cukup stabil. Total aset CSRN per Desember 2025 tumbuh 5,91% menjadi Rp381,34 miliar.

Total liabilitas atau utang perusahaan tercatat naik menjadi Rp153,69 miliar. Di sisi lain, total ekuitas sedikit terkoreksi ke angka Rp227,64 miliar dari posisi sebelumnya Rp230,63 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

RUPS Pelayaran Nelly Dwi Putri Sepakati Dividen Tunai Rp10 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT...

Setelah Disuspensi Dua Pekan, Saham “Terbang” Ini Kembali Diperdagangkan Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi...

Menuju 6.000, IHSG Anjlok 3,54%, Saham DSSA dan TPIA Ambles Lebih dari 14%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka menguat di 6.366,485, Indeks Harga Saham...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru