STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (18/6/2026) waktu setempat. Investor merespons sikap keras Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat (AS) mengenai suku bunga. Sikap tersebut mengalahkan sentimen positif dari perjanjian damai baru antara AS dan Iran.
Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,3%. Pergerakan pasar menunjukkan adanya tarik-menarik antara berita politik dan kebijakan ekonomi.
Indeks CAC 40 Perancis naik 0,4%. FTSE MIB Italia menguat 0,2%. DAX Jerman juga meningkat 0,4%. Namun, IBEX 35 Spanyol turun tipis 0,1%.
Penurunan terdalam dialami indeks FTSE 100 Inggris yang merosot 1% atau 108,91 poin ke level 10.399,70. Bursa Inggris tidak bereaksi banyak terhadap keputusan Bank of England yang menahan suku bunga.
Pasar awalnya menyambut baik langkah Presiden AS Donald Trump menandatangani gencatan senjata dengan Teheran. Kabar ini membuat harga minyak mentah merosot. Namun, kegembiraan investor terhenti oleh pengumuman dari Washington.
The Fed memang menahan suku bunga acuan. Meski begitu, para pejabat bank sentral AS memberi sinyal belum akan berhenti menaikkan bunga.
“Pembuat kebijakan memberikan peringatan siklus pengetatan mereka masih jauh dari selesai,” tulis Pranav Kashyap dari Investing.com.
Berdasarkan alat FedWatch CME, pasar melihat peluang hampir 80% akan ada kenaikan suku bunga pada Oktober. Kecemasan akan suku bunga tinggi dalam waktu lama membuat indeks utama Eropa sulit menguat.
Jatuhnya harga minyak juga menyeret saham-saham raksasa energi. Perusahaan seperti BP Plc dan TotalEnergies SE membebani indeks FTSE 100 dan CAC 40.
Di sektor korporasi, saham Tesco asal Inggris turun 2,5%. Ritel makanan ini melaporkan perlambatan pertumbuhan penjualan.
Saham Stellantis NV anjlok 5,7%. Penurunan terjadi setelah produsen mobil ini memperkenalkan versi baru keluarga Compact Van melalui unit bisnis Stellantis Pro One.
Kabar mengejutkan datang dari Edenred SA yang sahamnya melonjak sekitar 15%. Kenaikan ini dipicu laporan BC Partners tengah mempertimbangkan untuk mengambil alih perusahaan voucer tersebut. Sementara itu, saham Informa naik 2% setelah menunjukkan sinyal pertumbuhan kuat.
Investor kini menunggu pidato dari empat pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), termasuk Kepala Ekonom Philip Lane. Pasar mencari petunjuk mengenai arah suku bunga di kawasan Eropa ke depan. Saat ini, ECB baru saja menaikkan suku bunga untuk melawan tekanan inflasi akibat energi

