spot_img

Dharma Samudera (DSFI) Bidik Penjualan Rp695 Miliar di 2026, Siap Ekspansi Pasar Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Manajemen PT Dharma  Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) menargetkan penjualan bersih  sebesar Rp695 miliar pada tahun 2026, naik sekitar 6% dibanding realisasi  penjualan tahun 2025 sebesar Rp654 miliar.

Realisasi penjualan DSFI sampai dengan kuartal I 2026 sebesar 26% dari target penjualan tahun ini. “Perseroan optimistis kinerja penjualan dan laba akan terus tumbuh pada tahun 2026 di tengah volatilitas perdagangan global yang masih berlanjut,” tulis Direksi DSFI dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Jumat 19 Juni 2026.

Manajemen DSFI mengatakan, Perseroan akan fokus pada inovasi hilirisasi dengan mengembangkan produk olahan yang terdiferensiasi dan disesuaikan dengan selera regional. Perseroan juga melakukan stabilisasi pengadaan lewat diversifikasi pengadaan di seluruh Indonesia untuk memastikan ketahanan rantai pasok.

Selain itu, Perseroan akan melakukan ekspansi global melalui penetrasi pasar Kanada, Tiongkok, dan Timur Tengah. Sampai dengan saat ini, DSFI telah melakukan ekspor ke lebih dari 20 negera di seluruh dunia. Selanjutnya, Manajemen Perseroan juga akan fokus terhadap manajemen modal dengan mempertahankan likuiditas keuangan dan penguatan struktur modal.

Hingga kuartal I 2026, DSFI membukukan penjualan bersih sebesar Rp183 miliar, naik 16,2% dari Rp157,5 miliar pada periode sama 2025. EBITDA Perseroan mencapai Rp8,3 miliar, meningkat 10,7% disbanding Rp7,5 miliar pada kuartal I 2025. Laba bersih Perseroan tumbuh 19,4% menjadi Rp4,3miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp3,6 miliar pada kuartal I 2025.

Seperti diketahui, PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perikanan, meliputi penangkapan, pengolahan, penjualan dan perdagangan hasil perikanan. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1973, dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1983. Perseroan kemudian melakukan IPO pada tahun 2000. Perusahaan tersebut beroperasi di Jakarta dan Kendari, Sulawesi Tenggara.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Satgas Pasti Hentikan Kegiatan Key Opinion Leader (KOL) Yang Promosikan Aset Keuangan Digital Ilegal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI)...

BTN Gandeng Rumah123, Cari Rumah dan Ajukan KPR Kini Bisa dalam Satu Ekosistem Digital

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset Sekuritas Lihat Ruang Kenaikan Lanjutan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru