spot_img

AS Izinkan Iran Jual Minyak Lagi, Harga Minyak Dunia Langsung Merosot Tajam

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot antara 2% hingga 3% pada akhir perdagangan Senin (22/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (23/6/2026). Penurunan ini terjadi usai Departemen Perbendaharaan Amerika Serikat (AS) memberikan izin penjualan minyak mentah Iran. Langkah tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent turun 3,3% menjadi USD 77,90 per barel. Harga minyak acuan internasional ini ditutup melemah cukup dalam di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 2,3%. Minyak WTI berakhir pada posisi USD 74,82 per barel di New York Mercantile Exchange.

Departemen Perbendaharaan AS mengeluarkan lisensi selama 60 hari. Izin ini memperbolehkan produksi, pengiriman, hingga penjualan minyak Iran sampai Agustus mendatang. AS bahkan mengizinkan pembayaran pembelian minyak tersebut menggunakan mata uang USD.

Kebijakan ini muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance melaporkan hasil pertemuan di Swiss. Ia menyebut AS dan Iran mencapai titik terang dalam pembicaraan damai akhir pekan lalu. Mediator dari Qatar dan Pakistan menyatakan kedua pihak sudah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan final.

JD memberikan keterangan mengenai kelanjutan negosiasi tersebut. “Kemajuan besar telah dicapai dalam pembicaraan damai dengan Iran selama akhir pekan,” ujar JD. Ia menyebut diskusi terus berlanjut meskipun sempat ada sedikit ancaman dan keluhan.

Meski begitu, situasi sempat tegang karena pernyataan Presiden AS Donald Trump. Ia sempat mengancam akan melakukan aksi militer kembali ke Iran. Hal ini bertepatan dengan pengumuman Teheran yang sempat menutup Selat Hormuz pada hari Minggu.

Negosiasi di resort Bürgenstock, Swiss, menjadi pertemuan pertama sejak nota kesepahaman diteken pekan lalu. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri konflik dan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Fokus utama pembicaraan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah.

David Roche dari Quantum Strategy memberikan analisis mengenai ketersediaan stok minyak. Ia melihat pasokan minyak Timur Tengah saat ini sudah mendekati level sebelum perang. Data ini mencakup minyak yang ada di penyimpanan maupun di kapal tanker.

“Kelimpahan pasokan yang terlihat saat ini mencerminkan likuidasi inventaris, bukan pemulihan produksi,” kata David. Ia memperingatkan pasar akan menjadi rentan setelah stok minyak tersebut habis.

Di sisi lain, Goldman Sachs memberikan pandangan mengenai dampak jangka panjang. Gangguan pasokan yang terus-menerus bisa mempercepat masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Kondisi ini dapat mengikis permintaan minyak mentah dan menjadi risiko bagi harga minyak di masa depan

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Terdorong Negosiasi Damai AS-Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak menguat pada...

Harga Emas Dunia Merosot Tiga Pekan Beruntun, Ini Pemicu Utamanya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis...

Perundingan AS-Iran di Swiss Batal, Harga Minyak Dunia Kembali Menguat

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia menguat pada penutupan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru