STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Perusahaan penyedia infrastruktur energi ini bakal menggunakan rasio 1:5. Langkah ini bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan saham agar lebih aktif di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melalui aksi korporasi ini, nilai nominal saham RAJA yang semula Rp25 per saham akan berubah menjadi Rp5 per saham. Dampaknya, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat. Dari sebelumnya 4.227.082.500 saham menjadi 21.135.412.500 saham.
Manajemen RAJA menjelaskan harga saham saat ini berada pada level yang relatif tinggi. Hal ini membuat nilai investasi minimal untuk satu lot saham menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor.
Sepanjang tahun 2026, saham RAJA diperdagangkan pada rentang harga Rp2.800 hingga Rp8.500 per saham. Artinya, investor butuh dana Rp280.000 sampai Rp850.000 untuk membeli satu lot saham.
Jika stock split terlaksana, harga saham RAJA secara teoritis akan berada di kisaran Rp660 per saham. Dengan begitu, investor ritel bisa membeli satu lot saham hanya dengan modal sekitar Rp66.000.
“Pemecahan Nilai Nominal Saham yang direncanakan akan membuat harga saham terjangkau bagi investor ritel dengan demikian akan meningkatkan jumlah investor yang dapat melakukan transaksi atas saham Perseroan,” tulis dokumen tambahan informasi tersebut.
Untuk memuluskan rencana ini, RAJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 23 Juni 2026. Sebelumnya, perusahaan sudah mendapatkan persetujuan prinsip dari BEI pada 5 Mei 2026.
Terkait nilai perusahaan, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan telah melakukan penilaian. Hasilnya, nilai pasar 100% saham RAJA per 31 Desember 2025 mencapai USD 1.213,86 juta. Penilaian ini menggunakan metode diskonto arus kas (discounted cash flow), penyesuaian aset bersih, dan pembanding perusahaan tercatat.
Berdasarkan aturan, RAJA dilarang melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau non-HMTD selama 12 bulan setelah stock split. Oleh karena itu, perusahaan akan mengandalkan pendanaan jangka pendek dari perbankan atau lembaga pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan usaha.
Sekretaris Perusahaan RAJA, Yuni Pattinasarani, menyatakan direksi bertanggung jawab penuh atas kebenaran informasi rencana aksi korporasi ini. “Direksi Perseroan menyatakan bertanggung jawab atas kebenaran informasi yang tertuang dalam Keterbukaan Informasi ini,” tulis Yuni dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (23/6/2026)
Berikut adalah perkiraan jadwal pelaksanaan stock split RAJA:
RUPSLB: 23 Juni 2026.
Persetujuan Menkumham: 2 Juli 2026.
Pengumuman Jadwal di Bursa: 10 Juli 2026.
Akhir Perdagangan Saham Nilai Lama: 15 Juli 2026.
Mulai Perdagangan Saham Nilai Baru: 20 Juli 2026.
Distribusi Saham Baru: 16 Juli 2026

