spot_img

Jelang IPO, Rans Entertainmen Kantongi Laba Rp56,69 Miliar dan Janjikan Dividen 35%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO) saham. Calon emiten milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini mengincar dana segar maksimal Rp429,25 miliar.

Berdasarkan prospektus ringkasnya, RANS membukukan laba bersih Rp56,69 miliar pada 2025. Angka ini turun 41,60% jika dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai Rp97,07 miliar. Penurunan kinerja keuangan ini dipengaruhi adanya laba pelepasan entitas anak pada 2024 sebesar Rp44,94 miliar. Keuntungan tersebut merupakan transaksi tidak berulang. Jika keuntungan tersebut dikesampingkan, laba tahun 2025 dinilai lebih mencerminkan kinerja operasional normal perusahaan.

Pendapatan RANS pada 2025 tercatat sebesar Rp353,38 miliar. Jumlah tersebut terkoreksi 13,91% dari Rp410,50 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya kontribusi dari segmen duta merek dan talent management yang turun 51,55% menjadi Rp51,93 miliar.

Selain itu, penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp107,01 miliar. Manajemen menjelaskan penurunan ini dipengaruhi kondisi pasar dan lepasnya unit bisnis olahraga pada tahun sebelumnya.

“Manajemen menilai sebagian penurunan pendapatan tahun 2025 bersifat non-recurring karena dipengaruhi tidak adanya lagi kontribusi pendapatan dari PT RPKSB,” tulis manajemen RANS.

Meskipun pendapatan turun, RANS berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 20,14% menjadi Rp200,66 miliar. Hal ini membuat margin laba bruto perusahaan justru meningkat dari 38,79% pada 2024 menjadi 43,21% pada 2025.

Namun, beban penjualan naik signifikan menjadi Rp25,13 miliar dari Rp12,34 miliar tahun 2024. Peningkatan beban ini dipicu oleh aktivitas promosi dan gaji karyawan pada anak usaha baru. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp52,03 miliar.

Dari sisi neraca, total aset RANS per Desember 2025 berada di angka Rp461,03 miliar. Angka ini susut 21,96% dari Rp590,80 miliar pada akhir 2024. Penurunan aset terjadi karena perusahaan melakukan pelunasan utang bank dan pembagian dividen kepada pemegang saham.

Jumlah liabilitas perusahaan turun menjadi Rp120,23 miliar dari Rp156,53 miliar. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp340,80 miliar. Rasio keuangan penting menunjukkan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) sebesar 16,63% dan pengembalian aset (ROA) sebesar 12,30%.

Terkait rencana IPO, RANS menawarkan maksimal 2,52 miliar saham baru atau 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga penawaran dipatok pada kisaran Rp135 sampai Rp170 per saham.

Dana hasil IPO rencananya digunakan untuk berbagai ekspansi strategis. Sekitar 6,98% untuk pelunasan utang bank. Sekitar 18,64% untuk membangun wahana “Cipungland”.

Lalu 37,61% untuk penyelenggaraan konser artis lokal dan internasional. Sisanya digunakan untuk pengembangan bisnis teknologi berbasis AI, akuisisi saham Slavina, dan modal kerja anak usaha.

Kabar baik bagi calon investor, RANS berencana membagikan dividen tunai maksimal 35% dari laba bersih mulai tahun buku 2026. Kebijakan ini akan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Guna memperbaiki kinerja di masa depan, Nagita Slavina dan tim telah menyiapkan strategi khusus. Langkah ini mencakup monetisasi konten yang lebih berkelanjutan hingga penguatan kolaborasi strategis.

“Perseroan optimis langkah-langkah tersebut dapat mendukung perbaikan kinerja secara bertahap pada periode berikutnya,” sebut manajemen.

Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 23 – 25 Juni 2026. Perseroan menjadwalkan pencatatan saham di BEI pada 10 Juli 2026 dengan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Fasilitas Produksi Terbakar, Dua Putra (DPUM) Fokus Pemulihan dan Jamin Kelangsungan Operasional

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen  PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM)...

Beauty Brands International Akuisisi 25% Saham VICI Senilai Rp593,65 Miliar

STOCKWATCH (JAKARTA) – Perusahaan asing Beauty Brands International Pte....

Dibuka Melemah, IHSG Pagi Ini Turun 0,20% Terseret Harga Saham BBCA, BMRI, BBNI, AMMN dan UNVR

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru