STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melaporkan salah fasilitas produksi Perseroan telah mengalami kebakaran. Saat ini, Perseroan terus melakukan berbagai langkah pemulihan pasca insiden kebakaran. Perusahaan memastikan bahwa kegiatan operasional utama tetap berjalan sehingga kebutuhan pelanggan dapat tetap terpenuhi.
Bambang Panca Putra, Direktur Utama DPUM, dalam keterangan tertulis, Selasa 23 Juni 2026 mengatakan, fasilitas produksi Pabrik 1 tidak terdampak insiden kebakaran dan saat ini tetap beroperasi normal untuk mendukung keberlangsungan produksi Perseroan.
Bambang menjelaskan, fasilitas produksi Pabrik 2 saat ini sedang menjalani proses perbaikan ringan dan menunggu kedatangan mesin baru. Perseroan memperkirakan fasilitas ini dapat kembali beroperasi secara bertahap beberapa bulan ke depan dengan target awal tiga bulan.
Selain itu, Perseroan juga sedang melakukan pemulihan terhadap fasilitas poduksi Pabrik 3 beserta fasilitas penunjang yang terdampak. Seiring proses pemulihan tersebut, Perseroan menargetkan kegiatan ekspor dapat kembali berjalan pada pertengahan Juli 2026. “Perseroan telah mengambil berbagai langkah-langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan usaha dan pemenuhan kebutuhan pelanggan selama proses pemulihan ,” kata Bambang.
Bambang menambahkan, dengan mempertimbangkan dampak relatif dari insiden tersebut, Perseroan menilai kejadian ini tidak akan mempengaruhi operasional secara signifikan dalam jangka panjang. “Oleh karena itu, manajemen tetap optimistis terhadap prospek usaha dan pencapaian target kinerja tahun 2026,” ujarnya.
Perseroan akan terus memantau perkembangan proses pemulihan dan akan menyampaikan informasi material lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan laporan keuangan Maret 2026, DPUM membukukan pendapatan sebesar Rp219,66 miliar. Mayoritas pendapatan Perseroan berasal dari pasar ekspor yakni sebesar Rp 214,42 miliar. Sementara penjualan di pasar lokal hanya menyumbang Rp5,24 miliar.

