spot_img

Rans Entertainment (RANS) Janji Bagi Dividen 35%, Mulai Tahun 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), calon emiten bidang usaha media dan hiburan, pengelolaan IP, dan perusahaan holding berencana membagikan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan sebesar 35% dari laba bersih.

Dalam prospektus RANS yang dipublikasikan, Selasa (23/6/2026), terungkap, setelah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), Perseroan berencana akan membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dengan rasio 35% dari laba bersih mulai tahun 2026.

“Rasio dividen sebesar 35% itu tentunya setelah dikurangi penyisihan untuk cadangan wajib mulai tahun 2026 dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan,” tulis manajemen RANS.

Sepanjang tahun 2025, pendapatan RANS dan entitas anak mengalami penurunan sebesar 13,91% dari Rp410,495 miliar pada 2024 menjadi Rp353,377 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen duta merek dan talent management sebesar 51,55% dari Rp107,182 miliar pada 2024 menjadi Rp51,928 miliar pada 2025.

Selain itu, pendapatan dari penjualan produk makanan, minuman dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga menurun sebesar 12,69%, dari Rp122,558 miliar pada 2024 menjadi Rp107,006 miliar pada 2025.

Pada tahun 2025 lalu, Perseroan tidak lagi memperoleh kontribusi pendapatan dari segmen olahraga sebesar Rp9,781 miliar sehubungan dengan pelepasan PT RPKSB pada tahun 2024. Manajemen menilai bahwa sebagian penurunan pendapatan tahun 2025 bersifat non-recurring karena dipengaruhi oleh tidak adanya lagi kontribusi pendapatan dari PT RPKSB yang telah dilepas pada tahun 2024 sehingga mempengaruhi komparabilitas laporan keuangan antar periode.

“Penurunan pada segmen duta merek dan talent management serta penjualan produk terutama dipengaruhi oleh kondisi pasar,” tulis manajemen RANS.

Dari pendapatan tersebut di atas, RANS membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp56,689 miliar pada 2025. Hasil ini turun 41,60% dibandingkan laba tahun berjalan RANS sebesar Rp97,066 miliar pada 2024.

Menurut manajemen RANS, penurunan kinerja keuangan periode 2025 dibandingkan dengan periode 2024 dipengaruhi oleh adanya laba pelepasan entitas anak sebesar Rp44,940 miliar, yang merupakan transaksi tidak berulang (non-recurring), meskipun pada periode yang sama Perseroan juga mencatat rugi dari operasi yang dihentikan sebesar Rp10,460 miliar.

Sementara itu, total aset RANS tercatat sebesar Rp461,034 miliar per 31 Desember 2025, turun 21,96% dari Rp590,795 miliar per 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penerimaan settlement dari piutang berelasi dan uang muka pembelian aset tetap. Settlement ini meningkatkan likuiditas Perseroan sehingga dapat membagikan deviden kepada pemegang saham, yang menurunkan total ekuitas pada periode 2025.

Total liabilitas RANS per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp120,234 miliar, turun 23,19% dari Rp156,529 miliar per 31 Desember 2024. Penurunan liabilitas Perseroan terutama disebabkan oleh penurunan hutang bank akibat pelunasan hutang bank OCBC dan pembayaran cicilan pokok hutang BNI selama tahun 2025.

Adapun total ekuitas RANS per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp340,800 miliar, turun 21,52% dari Rp434,265 miliar per 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembagian dividen sebesar Rp167,477 miliar.

“Pembagian dividen tersebut tidak semata-mata berasal dari laba tahun berjalan 2025, melainkan juga berasal dari akumulasi saldo laba tahun-tahun sebelumnya yang belum ditentukan penggunaannya,” tulis manajemen RANS.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Mandiri Sekuritas Perkenalkan Fitur eIPO Growin’, Pesan Saham IPO dalam 1 Aplikasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mandiri Sekuritas meluncurkan fitur baru...

Saraswanti Indoland (SWID) Guyur Dividen Tunai Rp12,07 Miliar, Cair 22 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) akan...

Menuju Level 6.000, IHSG Sesi I Turun 1,29% Terbebani Saham Sektor Keuangan dan Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru