STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (23/6/2026) waktu setempat. Pergerakan ini dipicu oleh aksi jual saham teknologi global yang merembet ke bursa regional. Investor mulai khawatir dengan penurunan tajam pada sektor-sektor pertumbuhan.
Mengutip CNBC, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,73% ke posisi 634,63. Sebagian besar bursa utama di kawasan tersebut mendarat di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis merosot 0,71% ke level 8.340,71. Sementara itu, indeks FTSE MIB Italia anjlok 1,46% ke posisi 52.024,41.
Indeks FTSE 100 Inggris juga turun tipis 0,09% ke level 10.428,85. DAX Jerman melemah 0,98% ke posisi 24.893,58. Di Spanyol, indeks IBEX 35 berkurang 0,34% menjadi 19.476,5.
Tekanan jual paling kuat dirasakan oleh sektor teknologi dan pertambangan. Saham teknologi di Eropa jatuh hingga 3,4%. Sektor pertambangan mengikuti dengan penurunan sebesar 3,3%. Kedua sektor ini menjadi beban utama bagi kinerja pasar sepanjang hari.
Pelemahan meluas ke bursa-bursa lainnya di wilayah Eropa. Indeks AEX Belanda jatuh 1,6% ke level 1.065,63. Indeks HEX Finlandia merosot 1,7% menjadi 13.635,37. Di Swedia, indeks OMXS30 terkoreksi 1,41% ke posisi 3.145,659. Penurunan tipis dialami indeks PSI20 Portugal sebesar 0,34% dan OMXC 25 Denmark sebesar 0,07%.
Meski banyak yang memerah, ada beberapa pasar yang masih bisa bertahan. Indeks SMI Swiss berhasil menguat 0,45% ke posisi 13.910,7. Indeks BEL 20 Belgia juga mencatatkan kenaikan kecil 0,13% menjadi 5.713,05.
Kenaikan ini didorong oleh sektor-sektor yang dianggap lebih aman. Sektor kesehatan naik 2% dan sektor makanan serta minuman bertambah 1,8%. Investor cenderung beralih ke sektor ini saat saham-saham teknologi sedang mengalami guncangan hebat

