spot_img

Pasokan di Selat Hormuz Lancar, Harga Minyak Dunia Melemah

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melemah sekitar 1% pada akhir perdagangan Selasa (23/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (24/6/2026) WIB. Penurunan ini terjadi saat para pelaku pasar terus memantau lalu lintas kapal tanker yang melewati Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent turun 0,82 USD atau 1,16% menjadi 77,08 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 0,65 USD atau 0,88%. Minyak WTI berakhir pada posisi 73,21 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Presiden Donald Trump menyebut sebanyak 19 juta barel minyak mengalir melalui Selat Hormuz pada hari Senin. Trump menggambarkan volume tersebut sebagai sebuah rekor. Namun, angka ini belum bisa diverifikasi secara langsung.

Sebagai perbandingan, sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk olahan pernah diekspor melalui selat itu sebelum perang Iran pecah. Kondisi jalur laut tersebut sempat memicu kebingungan bagi para pelaku pasar.

Pihak Iran sempat menyatakan Selat Hormuz ditutup pada akhir pekan lalu. Sebaliknya, Komando Pusat Amerika Serikat (AS) menegaskan jalur tersebut tetap terbuka bagi kapal-kapal. Hal ini sempat menimbulkan ketidakpastian mengenai status jalur laut penting tersebut.

Kementerian Keuangan AS juga mengeluarkan izin selama 60 hari. Aturan ini membolehkan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak dari Iran. Izin tersebut mengizinkan impor minyak mentah Iran ke AS dengan pembayaran menggunakan mata uang dolar. Izin ini akan berakhir pada 21 Agustus mendatang.

Muncul kekhawatiran uang hasil penjualan minyak akan digunakan Iran untuk membangun kembali militernya. Trump menanggapi hal tersebut saat acara penandatanganan perintah eksekutif di Gedung Putih.

“Yah, mereka tidak seharusnya melakukan itu, jadi kita lihat saja nanti. Mereka seharusnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan bagi rakyatnya, karena saat ini rakyat mereka sangat lapar, dan mereka membelinya secara eksklusif dari kami: jagung, kedelai,” ujar Trump.

Wakil Presiden JD Vance menyebut ada kemajuan besar dalam pembicaraan yang berlangsung di Swiss. Meskipun Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz, Vance tetap merasa optimis.

Kabar terbaru ini meningkatkan keyakinan investor akan adanya penyelesaian konflik yang permanen. Scott Chronert, Managing Director of US Equity Strategy at Citi Research, memberikan analisanya

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas dan Perak Terjun Bebas di Pasar Global, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dan perak dunia kompak...

Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Terdorong Negosiasi Damai AS-Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak menguat pada...

AS Izinkan Iran Jual Minyak Lagi, Harga Minyak Dunia Langsung Merosot Tajam

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot antara 2%...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru