STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 48 rencana emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) masuk dalam daftar antrean (pipeline). Sektor keuangan menjadi penyumbang terbanyak dalam rencana pendanaan tersebut.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna memberikan rincian data tersebut. “Sampai dengan 26 Juni 2026 terdapat 48 emisi dari 33 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” kata Nyoman, dikutip Senin (29/6/2026).
Sektor keuangan atau Financials mendominasi dengan 12 perusahaan. Jumlah ini setara dengan 41.7% dari total rencana emisi.
Sektor infrastruktur atau Infrastructures menyusul dengan 6 perusahaan atau 14.6%. Sektor bahan baku atau Basic Materials mencatat 5 perusahaan dengan porsi 14.6%.
Sektor energi atau Energy juga menyumbang 5 perusahaan dengan porsi 12.5%. Sektor barang konsumen primer atau Consumer Non-Cyclicals memiliki 3 perusahaan dengan porsi 8.3%.
Sektor teknologi atau Technology mencatat 1 perusahaan dengan porsi 4.2%. Sektor kesehatan atau Healthcare menyumbang 1 perusahaan dengan porsi 2.1%.
Sektor properti atau Properties & Real Estate turut menyumbang 1 perusahaan. Sementara itu, sektor barang konsumen non-primer, industri, serta transportasi dan logistik masih nihil dalam daftar antrean.
Nyoman juga memaparkan data emisi yang sudah terealisasi. “Hingga saat ini, telah diterbitkan 71 emisi dari 43 penerbit EBUS,” ujarnya.
Total dana yang terkumpul dari penerbitan tersebut mencapai Rp76.09 Triliun. Angka ini menunjukkan tingginya minat perusahaan mencari dana di pasar modal melalui instrumen utang.

