spot_img

RUPS MNC Asia Holding (BHIT) Sepakati Perubahan Komisaris, Siap Gelar PMTHMETD Sebanyak 8,606 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 29 Juni 2026. Demikian siaran pers BHIT di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Rapat menyetujui laporan tahunan, laporan keberlanjutan, laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Sepanjang 2025, BHIT membukukan pendapatan bersih sebesar Rp14,5 triliun. Kontributor terbesar berasal dari bisnis media yang menyumbang 63,4% atau sekitar Rp9,2 triliun. Selanjutnya, segmen lembaga keuangan menyumbang 24,7% atau Rp3,6 triliun. Sementara itu, pertambangan dan pendapatan lainnya masing-masing berkontribusi 8,3% dan 3,6%.

Menurut manajemen BHIT, Perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp3,9 triliun dan laba bersih Rp1,4 triliun. Margin EBITDA tercatat 27%, sedangkan margin laba bersih mencapai 10%.

Dari sisi neraca, total aset konsolidasian BHIT pada akhir 2025 mencapai Rp73,7 triliun. Total liabilitas sebesar Rp33,3 triliun dan total ekuitas mencapai Rp40,4 triliun.

RUPST juga menyetujui pengunduran diri Liliana Tanaja Tanoesoedibjo dan Valencia Herliani Tanoesoedibjo dari jabatan Komisaris. Selain itu, rapat menerima pengunduran diri Susanty Tiandra Sanusi sebagai Wakil Direktur Utama, efektif sejak penutupan RUPST.

“Pada saat yang sama, pemegang saham menyetujui pengangkatan Anthony Putra Tjiptodihardjo sebagai Komisaris Perseroan, efektif sejak ditutupnya RUPST,” tulis manajemen BHIT.

Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BHIT menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Agung Firman Sampurna

Wakil Komisaris Utama: Darma Putra

Komisaris: Anthony Putra Tjiptodihardjo

Komisaris Independen: Herbert P. Sitohang

Direksi

Direktur Utama: Hary Tanoesoedibjo

Direktur: Henry Suparman

Direktur: Tien

Direktur: Mashudi Hamka

Direktur: Santi Paramita

Setelah RUPST, Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penambahan modal melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak 8,606 miliar saham.

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan guna menyesuaikan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Buat Modal Kerja, DAAZ Kembali Kucurkan Pinjaman Rp4,7 Miliar ke Anak Usaha

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) mengungkapkan,...

DAAZ Tambah Plafon Pinjaman Afiliasi Jadi Rp89,9 Miliar untuk Pembelian Batubara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ)...

Matahari Putra Prima (MPPA) Siap Gelar Right Issue Rp1,199 Triliun Buat Belanja Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru