STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya tahun ini. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Juni 2026.
Dikutip Selasa (30/6/2026), perusahaan melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp5.565.549.359 atau Rp5,56 miliar untuk tahun buku 2025. Namun, seluruh laba tersebut akan digunakan untuk memperkuat internal perusahaan.
Sebesar Rp3,5 miliar dari laba bersih itu akan masuk ke dalam dana cadangan. Sisanya akan dicatat sebagai laba ditahan. Hingga akhir 2025, akumulasi laba bersih MMIX mencapai Rp28,52 miliar. Dana ini rencananya digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan.
“Menyetujui penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2025 sebesar Rp 5.565.549.359,” tulis manajemen MMIX dalam risalah rapat tersebut.
Rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 3.372.014.400 saham atau 70,24% dari seluruh suara sah. Selain soal laba, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan tahun buku 2025. Laporan ini sebelumnya telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Hadori Sugiarto Adi & Rekan.
Dalam agenda lainnya, MMIX memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk KAP yang akan mengaudit buku tahun 2026. Selain itu, ada juga persetujuan mengenai penetapan gaji, tunjangan, dan tantiem bagi jajaran Direksi serta Komisaris.
Perusahaan juga melakukan penyesuaian pada anggaran dasar terkait maksud, tujuan, serta kegiatan usaha. Hal ini dilakukan agar sesuai dengan Kode KBLI tahun 2025.
Susunan pengurus perusahaan tidak mengalami perubahan. Mengky Mangarek tetap menjabat sebagai Direktur Utama didampingi Eveline Natalia Susanto sebagai Direktur. Di jajaran pengawas, Allen Feliciano menjabat sebagai Komisaris Utama bersama Togu Cornetius Simanjuntak sebagai Komisaris Independen.
Eveline N. Susanto, Direktur Keuangan MMIX, menyampaikan informasi ini sebagai bagian dari laporan keterbukaan informasi kepada publik. Seluruh masa jabatan pengurus tersebut dijadwalkan berakhir pada 6 September 2027

