STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana menggelar penawaran umum terbatas (PUT) VIII atau right issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 23.999.658.401 unit saham biasa dengan nominal Rp50 per unit dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada Juli 2026.
Setiap pemegang 114 (seratus empat belas) saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) pada tanggal 29 Juni 2026 pukul 16.15 WIB mendapatkan 211 HMETD (sebagaimana didefinisikan di bawah ini) dimana 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru dengan harga pelaksanaan Rp50 setiap saham. Sehingga perseroan berhasil mengantongi dana jumbo sebesar Rp1,199 triliun.
Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD VIII ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh Pemegang Saham atau pemegang HMETD, maka sisanya akan dijatahkan secara proporsional berdasarkan jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Pemegang Saham yang mengajukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana diajukan pada FPPST (sebagaimana didefinisikan di bawah ini).
Sesuai dengan Surat Pernyataan Ketersediaan Dana Untuk Melaksanakan Hak Pemegang Saham Utama dan Pembeli Siaga Dalam Rangka PMHMETD VIII PT Matahari Putra Prima Tbk tanggal 4 Juni 2026, PT Multipolar Tbk (“MLPL”) sebagai Pemegang Saham Utama akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya dan akan bertindak sebagai Pembeli Siaga (sebagaimana didefinisikan di bawah ini) untuk membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil bagian sampai dengan jumlah saham yang nilainya setara dengan sebanyak-banyaknya Rp980 miliar.
MLPL akan bertindak sebagai Pembeli Siaga dan membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut sampai dengan jumlah saham yang nilainya setara dengan sebanyak-banyaknya Rp378.386.632.250 (tiga ratus tujuh puluh delapan miliar tiga ratus delapan puluh enam juta enam ratus tiga puluh dua ribu dua ratus lima puluh Rupiah).
Berdasarkan prospektus rencana PMHMETD yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa 30 Juni 2026, dana yang diperoleh dari hasil right issue tersebut setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sebesar Rp780 miliar akan digunakan Perseroan untuk belanja modal (Capital Expenditure).
Selain itu, sebesar Rp134,5 miliar untuk pembelian tanah seluas 6.704 m2 dan bangunan dengan luas 15.848 m2 yang berlokasi di Jalan Veteran No. 01, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.
Selanjutnya, sebesar Rp122 miliar untuk pembelian tanah seluas 8.001 m2 dan bangunan gedung seluas 26.657 m2 yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar, Desa Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Sebesar Rp68 miliar untuk pembelian tanah seluas 1.658 m2 dan bangunan seluas 5.382 m2 yang berlokasi di Jalan Malioboro No. 11A, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebesar Rp54,5 miliar untuk pembelian tanah seluas 38.169 m2 yang berlokasi di Kawasan Industri Graha Balaraja, Jalan Raya Serang Km. 27, Kelurahan Sukamurni dan Kelurahan Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Sebesar Rp49,5 miliar untuk pembelian tanah seluas 2.056 m2 dan bangunan gedung seluas 1.659 m2 yang berlokasi di Jalan Kapten Muslihat No. 14, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

